Apa Hukum Ghasab dalam Islam?

219

Ghasab menurut bahasa ialah mengambil secara dzalim. Adapun secara istilah yaitu menguasai harta orang lain dengan alasan tidak benar. Dari ‘Abdullah bin as-Sa-ib bin Zaid, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiyallahu anhum bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, tidak dengan main-main tidak pula sungguhan, barangsiapa mengambil tongkat saudaranya hendaklah ia mengembalikannya.”

Hukum Ghasab
Perbuatan ghasab adalah dosa dan haram, akan tetapi tidak sampai membatalkan shalatnya. Istilahnya adalah sesuatu yang pada mulanya disyariatkan, akan tetapi disertai oleh suatu yang bersifat mudharat bagi manusia. Sayidina Ali as. Berkata kepada Kumail, “Wahai Kumail, lihatlah di mana dan pada apa kamu salat. Jika itu didapatkan bukan dengan cara yang benar maka tidak diterima salatnya.”

Hukuman Bagi Orang yang Ghasab
Orang yang mengambil barang milik orang lain sudah sepatutnya diberi hukuman, hal ini supaya membuat orang yang ghasab menjadi jera. Sebab orang yang ghasab akan berdosa jika ia tahu barang yang diambilnya tersebut milik orang lain.

Apabila barang yang diambilnya hilang/rusak karena dimanfaatkanya, maka ia akan dikenakan denda. Mazhab Hanafi dan Maliki menyebutkan bahwa denda yang dikenakan adalah sesuai dengan nilai barang yang dighasab.

Apabila yang dighasabnya berbentuk sebidang tanah, kemudian dibangun rumah diatasnya, atau tanah itu dijadikan lahan pertanian, maka jumhur ulama sepakat mengatakan bahwa tanah itu harus dikembalikan. Rumah dan tanaman yang ada diatasnya dimusnahkan atau dikembalikan kepada orang yang dighasab. Hal ini berdasarkan kepada sabda Rasulullah.

“Jerih payah yang dilakukan dengan cara aniaya (lalim) tidak berhak diterima oleh orang yang melakukan (perbuatan aniaya) tersebut” (HR Daruqutni dan Abu Daud dari Urwah bin Zubair).

Oleh karena itu, sebagai manusia yang sudah mengerti akan barang milik orang lain, tidak sepatutnya bagi kita untuk melakukan ghasab. Karena hal itersebut dapat membuat rugi bagi orang yang memiliki barang tersepebut, apalagi bila barang itu sedang diperlukan dan digunakan kemanfatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here