3 Macam Adil?…Kepada Siapa Berlaku Adil & Bagaimana Berlaku Adil

180

3 Macam Adil...Kepada Siapa Berlaku Adil & Bagaimana Berlaku Adil

Salah satu prinsip dalam islam adalah berlaku adil dan berjuang menegakkan keadilan. Lalu kepada siapa kita harus berlaku adil?…

Macam-macam adil

1, Berlaku adil kepada Allah

Bagaimana cara berlaku adil kepada Allah?..

1, Jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

Dalam hidup ini ada orang yang sama sekali tidak percaya kepada Tuhan, dan adapula yang percaya tapi TuhanNya kelewat banyak.

Yang adil dalam hal ini adalah percaya kepada Tuhan dan Tuhan tidak disekutukan dengan sesuatu apapun baik terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi. Inilah keadilan kepada Allah SWT.

Perbuatan menyekutukan Allah di sebut syirik. Syirik ada 2 jenis, yaitu:

1, Syirik djali atau syirik terang-terangan seperti terang-terangan menyembah batu, menyembah api, menyembah pohon, jin atau berkeyakinan tuhan lebih daru sati dan lain sebagainya.

2, Syirik khafi atau syirik yang tersembunyi atau syirik yang agak tersamar. Meskipun tidak menyembah api, gunung, jin dan lain sebagainya tapi perbuatannya mencerminkan bahwa tuhan tidak hanya satu.

Misalnya saja: “Sejak saya memakai cincin ini, dagangan saya semakin laris”, “Sejak ada berkutut di rumah saya, Rezeki saya makin lancer” dan seterusnya.

Ungkapan diatas, memang tidak terang-terangan menyekutukan Allah tapi mencerminkan keyakinannya bahwa benda tersebut dapat mendatangkan rezeki.

Padahal sebagaimana yang kita ketahui, semua yang kita miliki datangnya dari Allah.

Berlalu adil kepada Allah adalah tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapu.

2, Tidak menyembah selain kepada Allah

Tidak menyembah selain Allah

Karena jika kita berkeyakinan tidak ada Tuhan selain Allah maka kita tidak akan menyembah dan memohon selain kepada Allah baik dalam ucapan ataupun perbuatan.

Kita tau, mudah menjadi hamba Allah dalam ucapan tapi tidak mudah membuktikkannya dalam perbuatan.

Kita hamba Allah, kata kita. Tapi apakah Allah mengakui kita sebagaimana hamba-Nya, itu yang belum tau.

Karena berapa banyak orang yang mengatakan saya hamba Allah tapi perbuatannya mengatakan saya hamba dunia, hambar harta, budak nafsu, hamba jabatan dan seterusnya.

Tidak sesuai antara ucapan dan perbuatan.

Jika adil kepada Allah, maka jangan menyekutukan Allah dengan yang lain dan jangan menyembah dan memohon selain kepada Allah.

Baca juga :

2, Berlaku adil kepada sesama makhluk

Adil kepada makhluk

Setelah berlaku adil kepada Allah, yang kedua berlaku adil kepada sesama makhluk Allah terutama manusia. Baik dia muslim maupun non muslim karena islam adalah rahmatallil ‘alamin.

Jangankan manusia yang berbeda agama, hewan dan tumbuhan sekalipun mendapatkan rahmah dan perlindungan dari sebab turunnya islam kemuka bumi ini.

Jadi perbedaan agama, bukanlah alasan untuk bertolak belakang.

Bahkan Rasulullah SAW sudah menegaskan dan mengajarkan kepada kita:

Barang siapa yang mengganggu orang kafir yang ingin hidup damai dengan umat islam, siapa yang mengganggu mereka maka sama dengan mengganggu aku, siapa yang menyakiti mereka sama dengan menyakiti aku” kata Rasul.

Kita berbeda agama dan kita sudah sepakat akan perbedaan itu, kita juga bukan pemilik kebenaran dan mengklaim yang lain salah semua.

Sah-sah saja kita berkeyakinan agama kita yang benar tapi bukan berarti kita boleh menghina dan mencemooh agama yang lain.

Menghina itu, sama dengan menghina Rasul. Oleh karena itu kepada non muslim kita juga harus berlaku adil.

Jika mendengar syariat islam sama seperti mendengar suara petir, melihat monster. Yang terbayang adalah pancung, racam, gantung dan seterusnya tanpa melihat hukum kausalnya (sebab akibatnya).

Padahal, watak syariat islam barangkali itulah yang kita dambakan selama ini. Kenapa?..

Watak dalam islam

A, Semua orang sama dalam berhadapan dengan hukum.

Bukankan ini masyarakat yang kita dambakan, bukankan ini masyarakat yang ingin kita bangun.

Dimana tidak ada warga kelas satu, dimana tidak ada warga istimewa, dimana warga diperlakukan secara sama, dimana hukum tidak seperti pisau yang tajam kebawah dan tumpul keatas.

Syariat islam memandang, semua orang sama didepan hukum.

Dan sejarah sudah membuktikan itu, dimana masa Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Sang Khalifah berperkara dengan seorang nasrani dan Imam Ali kalah dipengadilan islam pada waktu itu.

Bisa dibayangkan, seorang Khalifah (Presiden) kalah dalam persidangan dengan sorang nasrani.

Seorang gubernur (‘Amr Bin Ash) kalah berperkara dengan seorang yahudi pada masa Khalifah Umar Bin Khattab.

Hal ini menggambarkan, dalam islam semua orang sama jika berhadapan dengan hukum.

B, Ada tahapan dalam melaksanakan syariat

Ada tahapan dalam syariat, ada etape yang harus ditempuh. Jika tercukupi itu, maka terlaksanalah syariat.

Misalnya saja larangan minuman keras.

Mula-mula syariat menjelaskan minuman keras ada manfaatnya dan ada bahayanya. Tapi islam menjelaskan bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya.

Dan kemudian turun lagi peringatan, jangan dekati sholat dalam keadaan mabuk sementara sholat 5 kali dalam sehari.

Setelah masyarakat menerima kenyataan bahwa minuman keras tidak baik dan harus ditinggalkan maka barulah turun penegasan bahwa arak dan minuman keras lainnya adalah najis dan haram.

Itulah yang disebut dengan tahapan dalam syariat.

 Baca juga :

C, Menyedikitkan beban

Jika kemampuan melaksanakan sesuatu berkurang maka tekanan perintahpun akan menurun.

Sholat wajib berdiri hanya bagi yang mampu, jika tidak mampu maka dapat dilaksanakan dengan duduk atau berbaring.

Termasuk juga puasa, jika cukup syarat maka wajib berpuasa tapi jika kurang syarat puasa seperti udzur atau yang lainnya maka berkurang tekanan kewajiban berpuasa. Dan termasuk juga ibadah yang lainnya.

Menyedikitkan beban juga termasuk dalam watak syariat islam.

Kembali lagi ke pembahasan utama, berlaku adil pada sesama makhluk Allah.

Berlaku adillah kepada muslim dan non muslim, termasuk juga kepada hewan dan tumbuhan.

Janganlah kebencian kita terhadap sekelompok orang menyebabkan kita tidak berlaku adil. Tegakkan keadilan meskipun terhadap orang yang sangat kita benci sekalipun.

Kebencian bukan alasan untuk tidak berlaku adil.

3, Berlaku adil kepada diri sendiri

Adil pada diri sendiri

Secara keseluruhan, tubuh kita ibarat sebuah kerajaan. Segala sesuatu pada tubuh ada haknya masing-masing.

  • Mata ada haknya untuk tidur, berjaga saja tidak tidur-tidur itu mengurangi hak mata dan itu perbuatan yang zolim pada mata.
  • Tubuh ada haknya untuk istirahat, bekerja saja hingga tidak mengenal lelah adalah perbuatan zolim pada tubuh.
  • Perut ada haknya untuk makan, puasa dari pagi, siang hingga malam maka tidak memberikan hak perut dan tersmasuk perbuatan zolim.

Itu sebabnya, puasa ngableng bukan cuma dilarang tapi juga haram dikerjakan. KENAPA?…

Karena bertentangan dengan fitrah manusia yang harus hidup dengan makan dan minum.

Berapa banyak orang yang bekerja keras, dari mulai pagi, siang dan malam untuk mengejar target yang diinginkan.

Sekilas itu adalah perbuatan yang benar, tapi bagaimana jika setelah itu kita sakit parah. Apakah sakit tersebut termasuk takdir Allah?…

Tidak, itu semua karena kesalahan kita yang mengabaikan kesehatan dan tidak adil pada diri sendiri.

Silahkan bekerja keras, tapi perhatikan kesehatan tubuh dan berikan hak tubuh sebagaimana mestinya.

Kesimpulan

Ada 3 jenis adil yang harus kita pahami, yaitu:

  • Adil kepada Allah dengan cara tidak menyekutukan Allah.
  • Adil kepada makhluk Allah dengan cara menyamakan hak dan kewajiban manusia didepan hukum.
  • Adil kepada diri sendiri dengan cara memberikan hak tubuh untuk beristirahat.

3 adil diatas memang mudah untuk di ucapkan, tapi amat sulit untuk dilaksanakan, baik adil kepada Allah, makhluk maupun diri sendiri.

Keadilan terkadang bertentangan dengan kehendak hati nurani dan kita harus siap melawan kehendak nafsu yang menyesatkan.

Lawanlah kebatilan dengan keadilan.

Semoga artikel “Kepada Siapa Berlaku Adil dan Bagaimana Berlaku Adil Dalam Islam” singkat ini bermanfaat bagi seluruh para pembaca sekalian.

Terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here