Bijaksana adalah?… Pengertian, Manfaat & 13 Ciri-ciri Orang Bijaksana

569

Bijaksana adalah?… Pengertian, Manfaat & Ciri-ciri Orang Yang Bijaksana – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata Bijaksana. Apakah anda mengerti apa arti bijaksana?…

Dan apakah anda tergolong orang yang bijaksana?…

Mari kita kupas tuntang tentang bijaksana.

Pengertian bijaksana

Secara sederhana bijaksana adalah penyesuaian. Dimana seseorang yang bijaksana, ia akan selalu menyesuaikan segala sesuatunya dengan keadaan yang sedang terjadi.

Bijaksana juga di artikan sebagai kepandaian, kehati-hatian, kecerdasan dalam mengambil keputusan yang di sesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya.

Ada banyak orang yang keliru dalam mengartikan bijaksana, mereka beranggapan bijaksana sama dengan adil. Padahal kedua kata tersebut sangat jelas berbeda meskipun hampir sama.

Perbedaan adil dan bijaksana

Adil adalah prilaku menyamakan hak dan kewajiban, sedangkan bijaksana adalah  penyesuaian hak dan kewajiban.

Contoh:

Jika kita memiliki 4 orang anak, 1 sedang duduk di bangku SD, 1 SMP, 1 SMA dan yang satunya lagu sedang kuliah.

Ketika kita hendak memberikan uang jajan sekolah kepada 4 anak tersebut, maka disinilah tampak perbedaan adil dan bijkasana.

Jika orang tua yang adil, maka ia akan memberikan uang jajan sama rata. Anak yang duduk dibangku SD akan diberikan uang Rp50.000 dan yang sedang kuliah juga Rp50.000 dan begitu pula yang lainnya.

Jika orang tua yang bijaksana, maka ia akan memberikan uang jajan berdasarkan keadaan dan kebutuhan sang anak. Jika anak SD maka uang memberikan uang jajan Rp10.000, SMP Rp20.000, SMP Rp30.000 dan anak yang sedang kuliah Rp50.000.

Dari contoh kasus diatas, sangat terlihat bahwa kata adil dan bijaksana sangat berbeda meskipun adil dan bijaksana selalu berdampingan.

Seseorang tidak dapat dikatakan adil jika ia tidak bijaksana, dan seseorang tidak dapat dikatakan bijaksana jika ia tidak memiliki sifat adil.

Download kumpulan LOGO DISINI

Bijaksana dalam islam

Bijaksana dalam islam

Bijaksana dalam bahasa Arab lebih dikenal dengan sebutan “Al-Hikmah”. Dimana seseorang mengambil keputusan berdasarkan ilmu dan akal untuk menegakkan keberan.

Selain itu, bijaksana juga di artikan sebagai “Al-Hakim”. Dimana keputusan yang diambil berdasarkan ilmu dan akal sehingga keputusan tersebut dapat mencegah dan tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan bagi seluruh kalangan.

Keputusan yang di ambil tidak semata berpegang pada keadilan semata, melainkan pada pertimbangan lain seperti dampak dari keputusan tersebut.

Jika sebuah keputusan dirasa adil, namun dampak dari keputusan tersebut yang dapat berpotensi menimbulkan kekacauan maka akan lebih baik mencari jalan keluar lain dari pada keputusan yang sebelumnya.

Hal inilah yang dimaksud dengan Al-Hikmah dan Al-Hakim.

Pria bijaksana

Pria bijaksana

Bijaksana dan adil selalu identik dengan keputusan dari seorang pemimpin, baik pemimpin organisasi ataupun pemimpin rumah tangga.

Padahal hakikatnya setiap kita adalah pemimpin, yaitu pemimpin diri sendiri.

Tanpa kita sadari, kita selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan dan kita harus mampu untuk mengambil keputusan yang bijaksana.

Contohnya saja:

  • Apakah kita memutuskan untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau tidak?..
  • Apakan kita memutuskan untuk belajar agama atau tidak?..
  • Apakah kita memutuskan untuk mencari rezky halal atau tidak?..
  • Apakah kita memutuskan untuk sholat atau tidak?..
  • Apakah kita harus hormat kepada orang lain atau tidak?..
  • Apakah kita harus marah atau tidak?.. dan seterusnya.

Semua pertanyaan diatas adalah kenyataan yang harus kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, adakah kita akan mengambil keputusan yang bijaksana dengan mempertimbangkan dampak dari keputusan yang kita ambil.

Atau kita hanya mengambil keputusan tanpa kehati-hatian sehingga dampak dari keputusan tersebut malah menimbulkan kerusakan dan kekacauan yang dapat kita rasakan di kemudian hari.

Jika anda merokok dimasa muda, kemungkinan besar anda akan terserang penyakit dari akibat rokok yang anda hisap dahulu.

Seorang pria yang bijaksana, akan lebih memperhatikan dampak dari keputusan yang ia ambil dari pada kesenangan semata.

Apa yang anda lakukan sekarang, itulah yang akan anda rasakan di masa mendatang.

Pemimpin bijaksana

Pemimpin bijaksana

Pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan pribadi untuk menciptakan lingkungan yang damai dan sejahtera.

Jika kita menjadi seorang pemimpin organisasi, kita akan dihadapkan dengan berbagai persoalan yang sangat rumit. Diperlukan ilmu, keberanian, ketegasan dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Misalnya saja jika kita memimpin sebuah pemerintahan. Negara kita dipenuhi berbagai kalangan masyarakat, dari mulai kaum pedagang, petani, buruh dan pengangguran.

Jika pemerintah menaikan harga beras, petani akan makmur karena harga jual hasil tani mereka akan meningkat. Tapi dari sisi lain, kaum buruh dan rakyat yang tidak bertani akan terbebani dengan keputusan tersebut karena kebutuhan mereka meningkat untuk membeli beras.

Pemimpin yang bijaksana harus mempertimbangkan dengan hati-hati setiap kebijakan-kebijakan yang ia ambil agar kebijakan tersebut tidak berdampak negative pada kaum yang lain.

Mengambil keputusan yang dapat mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat memang bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan yang memadai.

Selain itu, diperlukan keberanian untuk mengambil keputusan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga keputusan tersebut dapat di nilai bijaksana.

Pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang melayani setulus hati. Bukan pemimpin yang dilayani oleh masyarakatnya.

Baca juga : Buruan!!! Cara Mendapatkan Uang Dari Google

Ciri-ciri orang bijaksana

  1. Berpikir sebelum berbicara dan berbuat
  2. Memiliki rasa penasaran yang tinggi
  3. Mencari kebenaran dengan mengorek data dan fakta
  4. Mengetahui kapan waktu dian dan kapan waktu berbicara dan bertindak
  5. Tidak menilai orang lain sembarangan
  6. Lebih mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi
  7. Tidak egois dalam mengambil keputusan
  8. Tidak mudah marah dalam bersendau gurau
  9. Lebih rendah hati
  10. Tidak sombong
  11. Tidak banyak bersendau gurau yang berlebihan
  12. Selalu menjaga perasaan orang lain
  13. Berpakaian yang rapi

Manfaat bijaksana

  • Terlaksananya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang menjadi sumber Negara.
  • Terciptanya lingkungan yang sejahtera dan damai karena keseimbangan antara hak dan tanggung jawab yang telah di sesuaikan.
  • Terciptanya keadilan yang sesungguhnya dari berbagai lapisan masyarakat. Karena bijaksana itu sendiri selalu berdampingan dengan keadilan.
  • Timbulnya saling percaya satu sama lain karena kebijaksanaan.
  • Orang yang bijaksana akan lebih disukai oleh banyak orang dari pada orang yang tidak bijaksana.
  • Orang yang bijaksana akan lebih berwibawa.

Melatih bijaksana

Ada bijaksana yang tumbuh berdasarkan keturunan orang tua, dan ada pula bijaksana yang didapat dari usaha dan upaya.

Orang yang melatih kebijaksanaannya sebenarnya ia sudah berlaku bijaksana pada dirinya sendiri karena berupaya memperbaiki apa yang menjadi kekurangannya.

Perbanyak belajar

Agar seseorang dapat menjadi seorang yang bijaksana, ia harus membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan yang memadai. Baik ilmu pengetahuan agama, sosial dan ilmu pengetahuan lainnya.

Seseorang yang tidak memiliki ilmu yang cukup, maka ia tidak akan mampu untuk melihat dampak dari keputusan yang ia buat.

Oleh karena itu, tuntutlah ilmu sejak dini agar kita mampu menjadi pria yang bijaksana.

Perbanyak pengalaman

Ilmu yang didapat dari membaca dan belajar tidak akan cukup membuat kita menjadi orang yang bijaksana. Diperlukan ilmu pengetahuan yang di peroleh dari pengalaman.

Jika seseorang ingin menjadi pemimpin yang bijaksana, ia harus terlebih dulu menjadi seorang warga biasa agar ia memahami bagaimana perasaan orang yang akan di pimpinnya kelak.

Perbanyak bertanya 

Ada banyak sumber ilmu pengetahuan yang dapat kita pelajari, tapi yang paling mudah adalah bertanya kepada ahlinya.

Kita dapat bertanya kepada ahlinya mengenai perihal yang akan kita lakukan. Selain itu, bertanya kepada masyarakat yang akan kita pimpin juga merupakan sumber pengetahuan yang amat bernilai.

Bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat

Kita tidak tau apa yang di inginkan di harapkan oleh orang lain jika kita tidak bertanya secara langsung.

Akan tetapi jika ditanya, sebagian orang terkadang enggan untuk mengutarakan apa yang mereka inginkan.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mendalam agar kita memahami apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan guna menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Kesimpulan

Bijaksana adalah sikap menyesuaikan keadaan dalam mengambil keputusan dengan memperhatikan dampak dari keputusan yang diambil agar tercipta sebuah keputusan yang tepat untuk seluruh kalangan.

Bijaksana tidak hanya diperlukan pada seorang pemimpin saja, melaikan setiap individu harus berupaya dalam bersikap bijaksana agar kita dapat membawa manfaat bagi orang lain.

Setiap kita memegang peranan penting untuk mensejahterakan diri dan lingkungan di sekitar kita.

Apa yang akan kita kerjakan sekarang ini. Itulah yang akan kita tuai dimasa mendatang. Jika kita memperbanyak belajar, maka kita akan pandai.

Semoga artikel “Bijaksana adalah?… Pengertian, Manfaat & 13 Ciri-ciri Orang Bijaksana” ini bermanfaat bagi seluruh pembaca dan dapat menjadikan kita seseorang yang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Silahkan bagikan artikel ini sebagai upaya mencerdaskan bangsa. Terima kasih dan salam pelajar

Baca juga: Pengertian Jujur!…Pengertian, Jenis, Contoh dan 4 Manfaat Jujur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here