8 Cara Mendidik Anak Laki-Laki & Perempuan Sejak Dini Secara Islami

263

8 Cara Mendidik Anak Laki-Laki & Perempuan Sejak Dini Secara Islami

Berapa banyak berita di internet yang menjelaskan tingkat kenakalan remaja, silahkan baca beritanya di GOOGLE.

Oleh karena itu, kita harus benar-benar memperhatikan anak kita, kita harus benar-benar mendidik mereka.

Apa yang tidak kita sukai dari orang tua kita?…

Jangan kita lakukan pada anak kita.

Tapi jika bermanfaat, maka contoh dan lakukanlah kepada anak kita.

Untuk bisa jadi orang tua yang baik, kita harus belajar dari pengalaman ketika kita masih kecil dulu.

Apa yang baik dari cara orang tua kita dalam mendidik kita maka CONTOHlah.

Dan apa yang buruk dari orang tua kita dalam mendidik kita maka PERBAIKIlah.

Masih bingung juga?… Mari kita bahas satu-persatu cara mendidik anak laki-laki & perempuan sejak dini secara islami.

Cara mendidik anak

  1. Perbaiki diri sendiri
  2. Didik pasangan
  3. Cari rezeki yang halal
  4. Bari kasih sayang dan perhatian
  5. Utamakan pendidikan agama
  6. Beri contoh yang baik
  7. Tegas pada anak
  8. Jangan paksa anak

Cara Mendidik Anak 1: Perbaiki diri sendiri

Didiklah anak 25 tahun sebelum ia dilahirkan, artinya apa?…

Sebelum kita fokus pada cara mendidik anak, kita harus membenahi diri sendiri terlebih dulu.

Perlu di ketahui bahwa seorang anak tumbuh dewasa berdasarkan apa yang di LAKUKAN orang tuanya, bukan berdasarkan apa yang di AJARKAN oleh orang tuanya.

Jika orang tua sering bicara kotor maka anak juga akan ikut bicara kotor pada temannya.

Jadi… Jika kita ingin anak laki-laki yang baik, maka jadilah seorang pria yang dewasa.

Dan jika kita ingin anak yang sholeh maka jadilah imam yang bijaksana.

Jika kita ingin punya anak perempuan yang menutup aurat maka jadilah ibu yang menutup aurat.

Artinya apa?…

Pada hakikatnya mendidik anak itu MENGAJAK, bukan MENYURUH.

Contoh sederhana,,,

Anak akan tumbuh baik jika kita suruh sholat tapi kita sendiri tidak sholat?…

Atau kita mengajak si anak sholat bersama-sama dengan kita?…

Jadi… selaku orang tua, kita harus benahi diti terlebih dulu maka barulah kita dapat mendidik anak dengan benar.

  • Bagaimana anak bisa pintar agama kalau kita sendiri malas belajar?…
  • Bagaimana anak kita bisa jadi orang sholeh kalau kita sendiri sering melanggar hukum agama?…
  • Bagaimana anak kita bisa baik sementara kita sendiri masih sering bermasalah dengan orang lain?…
  • Bagaimana anak bisa ramah tamah sementara kita sendiri sering marah-marah?…
  • Bagaimana anak mau menutup aurat jika ibunya saja buka-bukaan?…
  • Bagaimana anak rajin belajar jika kita sendiri tidak mau menghadiri pengajian?…

Perbaiki diri dari sekarang dan ketika anak sudah lahir maka kita dapat mengajak anak kita untuk berbuat baik. Dengan begitu anak tersebut akan tumbuh dewasa menjadi seseorang yang bijaksana, berwibawa dan bermantabat.

Dan untuk memperbaiki diri itu tidak mudah, membutuhkan proses yang panjang hingga benar-benar bisa dinggap baik.

  • Jika kita memiliki sifat pemarah, maka kita harus membenahinya dari sekarang sebelum anak kita dilahirnya.
  • Jika kita memiliki sifat kikir maka harus kita benahi sejak dini sebelum sifat tersebut dicontoh anak.
  • Jika kita kurang paham agama maka kita harus belajar dari sekarang agar ketika lahir kita bisa membesarkan anak berdasarkan perintah agama.

Perbaikilah diri kita sendiri sejak dini agar ketika anak dilahirkan maka anak tersebut akan mewarisi sifat baik yang kita amalkan dari masa lajang.

 Cara Mendidik Anak 2: Didik pasangan

Jika kita sudah berubah menjadi orang yang lebih baik, lantas bagaimana dengan pasangan kita?…

Suami royal, tapi istri pelit… Maka akan anak akan merasa kekurangan karena yang membagikan uang kepada anak adalah istri.

Istri royal tapi suami pelit… Maka anak juga akan merasa kekurangan karena apa yang mau diberikan ke anak kalau uang tidak ada.

Artinya apa?…

Mendidik anak tidak cukup hanya dari 1 belah pihak saja, melainkan juga dari pihak lain terutama pasangan kita.

Kita juga harus mendidik pasangan kita agar bisa jadi lebih baik, karena apapun ceritanya pasti ada sifat buruk yang ia miliki.

Dan jangan sampai sifat buruk tersebut sampai dicontoh anak.

Terkadang suami hanya fokus pada anak saja, tapi tidak memperhatikan bagaimana sifat buruk istrinya.

Padahal sifat anak itu bergantung pada sifat kedua orang tuanya.

Jadi pastikan sifat kedua orang tuanya adalah sifat yang baik, jika ada sifat buruk maka segeralah perbaiki sejak dini.

Baca juga :

 Cara Mendidik Anak 3: Cari rezeki yang halal

Rezeki yang kita cari, itulah yang dimasak istri dan itulah yang akan kita makan.

Jika kita mencari rezeki yang HALAL, maka yang dimasak istripun halal dan yang kita makan adalah yang halal.

Sehingga nasi masuk ke dalam perut, diolah menjadi sel-sel darah, lalu dipompa ke jantung dan dikirim keotak. Maka membentuklah otak yang selalu berpikir positif.

Tapi jika rezeki yang dicari berasal dari yang HARAM maka yang diolah perut adalah yang haram, yang jadi darah adalah yang haram, yang di pompa jantung adalah yang haram, yang membentuk otak adalah yang haram sehingga kita, istri dan si anak akan cendrung berpikir yang haram atau negative.

Contoh sederhana,,,

Orang tua yang masuk PNS dari hasil nyogok maka anaknya tidak akan segan-segan cari kerja dengan cara menyogok juga.

Jadi pastikan rezeki yang kita cari adalah rezeki yang halal. Lantas bagaimana kita tau bahwa uang yang kita gunakan sekarang ini halal atau haram?…

Jawabannya adalah dengan ilmu.

Menuntut ilmu agamalah dari sekarang. Untuk lebih jelasnya tentang rezeki silahkan baca DISINI.

Dan perlu kita ingat, memberi makan anak bukan sejak ia lahir, melainkan sejak ia didalam kandungan.

Jika istri kita sedang hamil dan ternyata kerjaan kita tidak benar maka segeralah berhenti dan mencari kerjaan yang jauh lebih baik agar anak kita lahir dan tumbuh dengan uang yang baik.

Pesan saya buat anda yang masih cari kerja atau masih lajang.

  • Mau masuk tentara?… jangan nyogok.
  • Mau jadi PNS?… jangan nyogok.
  • Mau cari kerja?… jangan nyogok.
  • Mau kaya?… jangan pake jalan pintas.
  • Mau jualannya laku?… jangan pake cara kotor.

Jadilah orang jujur dalam mencari rezeki. Kerena sedikit itu lebih baik dari pada banyak tapi HARAM.

 Cara Mendidik Anak 4: Beri kasih sayang dan perhatian

Sejak anak dalam kandungan kita harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup.

Kasih sayang dan perhatian tersebut tidak hanya ketika si anak masih dalam kandungan atau masih kecil saja, tapi juga hingga ia dewasa.

Memberi kasih sayang ketika didalam kandungan misalnya membacakan sholawat kepada anak, membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Tapi sayangnya banyak sekali orang tua yang lalai kepada anaknya yang masih dalam kandungan, ia lebih fokus mencari uang untuk lahiran si anak hingga tidak sempat memperhatikan dan memberi kasih sayang ketika dalam kandungan.

Sebagai seorang kepala keluarga, seharusnya kita bertanggung jawab penuh terhadap keluarga kita, termasuk juga dalam mendidik istri dan anak.

Tapi jika kita perhatikan, banyak anak lebih dekat dengan ibunya. Tau kenapa?…

Karena si ayah terlalu sibuk mencari uang hingga melupakan kasih sayang dan perhatian pada keluarga.

Anak yang NAKAL sebenarnya bukanlah anak yang JAHAT, ia hanya butuh kasih sayang dan perhatian yang lebih.

Ia merasa kurang disayang dan diperhatikan sehingga ia melakukan hal-hal yang menarik perhatian kedua orang tuanya.

Jika kita mengabaikan hal ini, ia akan tumbuh dengan kebiasaan nakal tersebut sehingga lama-kelamaan kenakalan tersebut menjadi kebiasaannya.

Kenakalan yang pada awalnya hanya menarik perhatian orang tua, lama-lama jadi kenakalan yang sesungguhnya dan jika sudah menjadi kebiasaan maka akan sulit untuk mengubahnya.

Kerja keras itu harus, tapi bukan berarti kita mengabaikan kasih sayang dan perhatian. Kita kerja keras pada saat jam kerja saja.

Tapi diluar jam kerja, kita harus memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarga kita.

  • Kita harus memperhatikan apakah istri kita membesarkan anak dengan baik?…
  • Apakah yang dimakan istri dan anak kita hari ini?…
  • Apakah anak kita nakal atau tidak?…
  • Apakah perkembangan anak hari ini?…
  • Bagaimana perkembangan mental anak?…
  • Bagaimana sifat anak?… dan lain sebagainya.

Jika ada gejala-gejala yang merujuk pada pertumbuhan anak yang tidak baik maka kita harus segera memperbaiki pertumbuhan tersebut.

Misalnya saja anak kita terlalu pelit pada temannya, kita harus segera berupaya agar anak kita berubah menjadi tidak pelit lagi. Entahkah itu kita membiasakan bersedekah dengan tangan anak atau lain sebagainya.

Pada intinya, kita harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang seharusnya pada istri dan anak kita agar ia dapat tumbuh dewasa dengan cinta dan dalam pengawasan kita.

Cara Mendidik Anak 5: Utamakan pendidikan agama

Dari anak dalam kandungan kita harus sudah mengutamakan pendidikan agama pada anak tersebut.

  • Ketika hamil kita lantunkan ayat Al-Qur’an dari perut istri.
  • Ketika lahir maka ia kita adzankan.
  • Ketika diayun maka dinyanyikan lagu religi.
  • Ketika menonton tv maka dipertontonkan film yang baik.
  • Ketika tidur maka didongengkan sejarah nabi.
  • Ketika makan, maka diajarkan bagaimana cara makan Rasul.
  • Ketika masuk WC maka diajarkan doanya.
  • Ketika ia berteman maka diajarkan berteman yang baik.
  • Ketika ia salah maka diajarkan untuk minta maaf.
  • Ketika ia hendak pergi sekolah maka diajarkan mencium tangan.
  • Ketika melihat orang yang tidak mampu maka diajarkan ia bersedekah dan lain sebagainya.

Ingat,,, pendidikan agama dimulai dari mulai ia dikandung, bukan ketika ia sudah besar.

Ibarat bambu, ketika masih rebung maka disitulah bambu tersebut dibentuk.

Tapi jika membentuknya ketika sudah besar maka hanya ada 2 kemungkinan yaitu kalau tidak PATAH ya kepala kita yang PECAH.

Artinya apa?…

Mendidik agama itu sejak dini, bukan ketika dewasa. Adapun ketika ia dewasa, ia bukan BELAJAR tapi BERAMAL.

Baca juga :

Cara Mendidik Anak 6: Memberi contoh yang baik

Ada 3 hal yang harus selalu kita perhatikan sejak anak kita lahir, yaitu:

  1. Apa yang dimakan anak
  2. Apa yang didengar anak
  3. Apa yang dilihat anak

Seorang anak akan cendrung melakukan apa yang dilihat dan didengarnya, dan si anak lebih sering melihat dan mendengar apa yang kita ucapkan dan kita lakukan.

Jika kita sering mengucapkan kata kotor maka si anak juga akan mencontohnya dan mempraktekkan kata kotor tersebut kepada temannya.

Dan jika kita berkata dengan baik maka anak juga akan tumbuh dengan berkata yang baik pada temannya.

Jika kita makan dengan tangan kiri maka ia juga akan makan dengan tangan kiri, tapi jika kita makan dengan tangan kanan maka ia juga akan makan dengan tangan kanan.

Dari dulu ayah saya selalu pergi ke acara ramai seperti wirit, kenduri, pengajian, undangan dengan menggunakan pakaian yang sopan seperti batik, kemeja, koko atau yang semacamnya.

Dan sekarang saya juga demikian, belum pernah saya pergi wirit menggunakan baju kaos, belum pernah saya beli baju dengan gambar-gambar aneh.

Tau kenapa?…

Karena saya besar bukan dari yang diajarkannya tapi dari apa yang dilakukannya.

Cara Mendidik Anak 7: Tegas pada anak

Sayang pada anak itu wajib, tapi jangan sampai rasa sayang tersebut malah membuat mental si anak menjadi lemah.

Sebagai orang tua, kita harus tegas dan bijaksana terhadap si anak. Jangan sampai si anak melakukan kesalahan lantas kita bela mati-matian.

Dari kecil kita harus membiasakan anak disiplin.

Dari mulai mengajak anak mengaji, mengajak anak ke masjid, mengajak anak berbuat baik dan lain sebagainya.

Dan ketika si anak melakukan kesalahan maka kita harus menghukumnya agar ia tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Sebagai orang tua, kita harus berpijak dan mengutamakan kebenaran dari pada kasih sayang.

Contoh sederhana,,,

  • Apakah perbuatan benar menyogok polisi agar anak kita dibebaskan dari penjara?…
  • Apakah benar menyogok orang lain agar anak kita diterima kerja?…
  • Apakah benar jika membela anak padahal kita tau bahwa anak tersebut besalah?…

Jika kita sayang pada anak maka jangan biarkan ia tumbuh dengan cara yang salah, dan apa bila yang melakukan kesalahan maka sudah selayaknya anak tersebut mendapatkan hukuman agar ia tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sayang harus tapi tetap tegas.

Cara Mendidik Anak 8: Jangan paksa anak

Ketika anak sudah dewasa, biarkan ia memilih jalannya sendiri, biarkan dia hidup berdasarkan apa yang ia senangi dan biarkan ia hidup dengan pekerjaannya sendiri.

Jangan pernah memaksakan kehendak kita pada diri anak karena belum tentu apa yang menurut kita baik maka itu yang terbaik untuk anak.

Contoh sederhana:

Jika anak kita senang olah raga, setelah masuk sekolah ternyata nilah bahasa Inggrisnya jelek. Apakah kita akan menyuruhnya les bahasa Inggris atau mendalami ilmu olah raga?…

Kebanyakan orang tua akan memanggil guru les bahasa Inggris agar nilai yang jelek tersebut dapat diperbaiki.

Sadarkah anda bahwa itu adalah perbuatan SALAH.

Bagaimana jika anda di posisi anak tersebut, apakah anda akan merasa senang belajar bahasa Inggris padahal anda tidak suka sama sekali?…

Jika kita tidak senang dengan pelajarannya, lantas bagaimana mungkin kita bisa menguasai pelajaran tersebut?…

Dan apakah kesenangan bisa dipaksakan?…

Jawabannya adalah TIDAK.

1 hari kita hanya memiliki waktu 24 jam, dan bagaimana si anak menggunakan waktu tersebut?…

Jika si anak menggunakan waktunya untuk yang tidak disenanginya maka ia tidak akan menjadi ahli pada bidang yang disukainya.

Tapi jika ia menggunakan waktunya untuk hal-hal yang disenanginya maka nilai bahasa Inggrisnya akan jelek.

Tapi meskipun nilai bahasa Inggrisnya jelek, tapi ia akan menjadi orang yang ahli dalam bidang olah raga dan ia akan mampu berkarnya dibidang tersebut.

Berbeda halnya jika ia mendalami bahasa Inggris yang tidak disukainya, meskipun ia bisa bahasa Inggris ia tidak akan menjadi ahli dan tidak akan mampu berkarya dalam bahasa Inggris karena pada dasarnya ia sudah tidak suka.

  • Kenapa banyak anak sekolah yang lulus tapi tidak menguasai bidang pelajarannya?…
  • Kenapa sarjana computer jadi mitra grab?…
  • Kenapa seorang akuntan jadi pekerja pabrik?…

Semua itu karena ia tidak menguasai bidang tertentu sehingga terpaksa harus bekerja dibidang lain.

Kenapa ia lulus tapi tidak menguasai bidangnya?…

Karena selama belajar ia tidak menyukai pelajarannya, ia sekolah tapi tidak mendalami apa yang menjadi kesenangannya, ia sekolah tapi hanya sebatas teori semata, ia sekolah Cuma cari ijazah saja sehingga ia tanpa kemampuan yang diharapkan.

Agar anak-anak kita belajar sungguh-sungguh, maka motivasilah ia agar bertambah semangat dan biarkan ia berkarya dibidang yang disukainya.

Kesimpulan

Pada dasarnya cara mendidik anak adalah bagaimana cara kita mendidik diri sendiri, jika kita mampu mendidik diri sendiri maka kita juga pasti mampu mendidik anak.

Tapi jika kita tidak mampu mendidik diri sendiri, maka dapat dipastikan bahwa kita tidak akan mampu mendidik anak.

Perbaiki apa yang kurang pada diri kita, jadilah orang baik maka dengan demikian akan juga akan ikut baik.

Semoga artikel “8 Cara Mendidik Anak Laki-Laki & Perempuan Sejak Dini Secara Islami” bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita terapkan dari sekarang agar semua anak dan cucuk kita menjadi orang yang baik dan sholeh.

Terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here