Cara Mengatasi Rasa Takut Akan Penolakan

90

Apa kamu khawatir mendengar kata “tidak” dari orang lain? memang tidak enak rasanya jika kita ditolak. Lalu bagaimana cara mengatasi rasa takut akan penolakan tersebut?
Rasa takut akan penolakan adalah fobia yang dapat menghambat kualitas hidup seseorang.

Di postingan kali ini Psikolif akan menjelaskan secara gamblang mengenai masalah yang satu ini, darimana asalnya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Tentu saja hampir semua orang pernah mendapatkan penolakan sekali seumur hidupnya. Misalnya ditolak dalam sebuah pekerjaan, atau dalam menjalin sebuah hubungan. Bukannya mencari peluang baru malah meratapi penolakan tersebut.

Jika seperti itu tentu akan memunculkan masalah yang lebih kompleks dimana mereka akan mengira bahwa segala tindakannya di masa depan akan berakhir sama seperti saat ini. Tentunya hal tersebut tidak perlu karena hanya membuat kualitas hidup menjadi menurun.

Darimana Asalnya?

Individu yang takut akan penolakan ternyata sebagian besar memiliki masalah ketika masa kanak-kanaknya. Mereka merasa tidak dicintai atau tidak mendapatkan kasih sayang dari orang terdekatnya terutama orang tua. Seringnya mereka merasa selalu jadi perbandingan dengan anak lain yang membuatnya merasa tidak dicintai dan dihargai.

Anak anak yang memiliki perasaan tersebut akan mencoba untuk meniru orang lain. Perilaku ini adalah upaya untuk memenuhi ekspektasi orang lain terhadap dirinya. Dalam upaya nya tersebut mereka ingin di terima dalam sebuah kelompok.

Inilah yang berbahaya bagi perkembangan psikis mereka. Ketika anak-anak ini tumbuh dewasa mereka akan selalu berusaha untuk memenuhi apa yang orang harapkan dan mengabaikan identitas dirinya.

Dan jika dalam hasilnya nya tidak sesuai seperti yang diharapkan maka rasa takut akan penolakan tersebut semakin menjadi dan tidak terkontrol.

Perasaan Cemas dan fobia

Meskipun tidak ada gejala mencolok mengenai kondisi ini, mereka akan menunjukan pola perilaku yang aneh. Biasanya orang-orang semacam itu tidak siap jika berkomunikasi secara terbuka kepada orang lain.

Diluar itu mereka jarang mengekspresikan perasaan nya terhadap suatu topik tertentu tapi perilaku mereka akan berbeda jika bersama orang yang dikagumi.

Mereka sulit untuk mengatakan ‘tidak’ kepada orang yang mereka coba untuk membuat nya terkesan. Bahkan mereka menyembunyikan perasaan pribadi mereka.

Rasa khawatir berlebih terhadap penolakan dalam sebuah hubungan seringnya muncul dari pernah gagalnya menjalin hubungan atau pernah ditolak di masa lampau. Orang-orang ini selalu was was untuk memulai sebuah hubungan baru atau sekedar mengajak seseorang keluar.

Mereka takut bahwa mereka mungkin saja ditolak. Apabila sudah menjalin hubungan, mereka akan menganggapnya serius yang mana pasangan tentu saja tidak betah.

Orang-orang ini biasanya selalu mengaitkan kata kata seperti ‘pecundang’, ‘tidak mampu’, ‘menyedihkan’, dan lain lain. Dengan hal ini akan menghambatkan perkembangan psikis mereka dalam jangka panjang.

Dengan keadaaan tersebut mereka akan sering di manipulasi dan dimanfaatkan oleh orang lain yang memiliki pengaruh bagi dirinya. Khawatir untuk menolak kehendak mereka justru dirinya lah yang kemudian akan jadi korban karena tidak peduli seberapa keras mereka memenuhi ekpektasi orang orang, mereka tidak pernah diizinkan di lingkaran atau kelompok pertemanan mereka.

Cara Mengatasi nya

Mengatasi rasa takut terhadap penolakan merupakan proses yang berlangsung secara bertahap selama beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan. Orang-orang dengan perilaku tersebut membutuhkan bantuan dari keluarga atau teman secara mendalam mengenai masalah yang dihadapinya.

Dia harus diberikan pemahamanan bagaimana bersikap akan penolakan tersebut misalnya jangan terlalu dibawa perasaan karena penolakan bukanlah akhir dari dunia.

Satu penolakan seringnya membuka peluang baru, yang mungkin lebih baik dari yang dibayangkan. Melarikan diri dari kenyataan dengan menjadi orang lain tidak akan memberikan kebahagian dalam hidup, ditambah membentuk diri sesuai keinginan orang lain hanya akan menambah sengsara bagi diri mereka.

Kebahagiaan sejati hanya didapat ketika seseorang mencintai diri mereka dengan apa adanya. Tanpa embel embel menjadi siapa atau untuk siapa.

Yang perlu diketahui lagi orang orang akan mencintai seseorang karena kejujurannya. yap dengan menjadi diri sendiri.

Rasa takut terhadap penolakan memang seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja apabila menghadapi kegagalan secara terus menerus.

Kegagalan dalam kehidupan pribadi maupun profesional tentunya akan mempengaruhi seseorang yang optimis sekalipun. Dimasa itu ingatlah satu kata mutiara dari Bo Bennet seorang pengusaha dan penulis terkenal bahwa

Bukanlah penolakan itu sendiri yang membuat seseorang takut, tapi kemungkinan akan konsekuensinya. Bersiap dalam menerima konsekuensi tersebut dan melihat penolakan sebagai pembelajaran berharga akan membawa mu menuju sukses, tidak hanya membantumu mengalahkan rasa takut akan penolakan, tetapi juga membantumu menghargai penolakan itu sendiri”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here