Pengertian Bahagia Dan Hakikat Bahagia Yang Sebenarnya

317

Pengertian Bahagia Dan Hakikat Bahagia Yang Sebenarnya

Pengertian Bahagia Dan Hakikat Bahagia Yang Sebenarnya – Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang bahagia.

  1. Apa sebenarnya pengertian bahagia itu?…
  2. Apa sebenarnya hakikat bahagia itu?…

Pengertian bahagia

Untuk memudahkan pemahaman tentang kedua pertanyaan diatas, saya akan menjelaskan dengan sebuah kisah sebagai berikut:

Ada seorang yang kaya, hartanya banyak, ia naik mobil yang bagus dan mewah. Ketika dalam perjalanan ia melihat terdapat tanaman padi disawah yang menghijau, lalu ia melihat ada seorang anak kecil beserta seorang ibu membawa makanan menuju pondok tua ditengah sawah.

Dan dilihatnya ada seorang suami yang sudah menunggu makanan tiba.

Lantas,,, apa kata orang kaya didalam mobilnya?…

“Oh bahagianya petani, ditengah perut lapar, istri dan anaknya datang membawa makanan tepat pada waktunya. Air minum dapat menghilangkan dahaga dan laparpun hilang serta rindupun sirna karena anak dan istri ada disekitarnya”.

“Bahagianya jadi petani” kata orang kaya dalam mobilnya.

Saat orang kaya memandang bahagianya seorang petani, dikala itupun petani memandang hal yang sama kepada orang kaya tersebut.

Melihat orang kaya yang masuk dalam mobilnya si petani berkata “Betapa bahagianya orang kaya naik mobil mewah sedangkan aku hanya duduk dipondok tua”.

Maka pada hakikatnya kedua manusia ini (petani dan orang kaya) adalah orang yang tidak bahagia.

Lalu dimana hakikat bahagia itu?…

Ada seorang pemuda yang belajar di College University ia berkata “Alangkah bahagianya jika saya dapat BA (Titel sarjana untuk Bussines Administration)”.

Selepas mendapatkan ijazah BA lalu ia berkata “Alangkah indahnya jika aku mendapatkan gelar Master”.

Selepas mendapatkan gelas Master lalu ia berkata “Alangkah bahagianya jika aku mendapatkan gelar PhD”.

Selepas mendapatkan gelas PhD lalu ia berkata “Betapa susahnya mencari kerja, pasti akan bahagia jika aku segera mendapat kerja”.

Selepas mendapatkan kerja lalu ia berkata “Alangkah bahagianya kalau aku menikah”.

Selepas menikah lalu ia berkata “Betapa bahagianya jika aku mendapatkan anak”. Dan setelah mempunyai anak lalu timbul pemikiran untuk menikah sekali lagi.

Oleh karena itu, sebenarnya milik siapa bahagia itu?…

Bahagia milik siapa saja yang mempunyai hati yang lapang.

  • Jika dengan hati yang lapang maka petani bahagia dengan keluarganya.
  • Jika dengan hati yang lapang maka seorang pelajar bahagia dengan kegiatan belajarnya.
  • Jika dengan hati yang lapang maka orang kaya bahagia dengan kekayaannya.

Sesungguhnya, bahagian itu terletak pada hati yang lapang, hati yang tenang, hati yang ikhlas dalam menerima pemberian Allah SWT.

  • Bila kita nampak raut wajah yang tenang dan cerah maka ketenangan bukan pada wajahnya.
  • Bila kita nampak orang melangkahkan kaki dengan tenang dan penuh wibawa maka ketenangan bukan pada kakinya.
  • Bila tampak ayunan tangannya tidak tergesa maka bahagia bukan pada tangannya.

Lantas dimana letak bahagia itu?…

“Ketahuilah bahwa didalam jasad ada segumpal darah, jika segumpal darah tersebut baik maka yang lain ikut baik tapi apabila yang segumpal itu rusak maka yang lainpun ikut rusak”.

Yang segumpal itulah yang mengendalikan mata, tangan, kaki dan anggota tubuh yang lain.

Yang segumpal itulah yang menjadi tempat rindu, benci, marah, ridho, ikhlas, fasik, kufur, sabar dan lain sebagainya. Disanalah bersemayam semua sifat manusia.

Lalu,, apa yang segumpal itu?…

Yang segumpal itu adalah HATI.

Hati orang beriman berada di jari-jemari kuasa Rahman. Jika Dia berkehendak, Dia balikkan yang senang menjadi susah. Jika Dia berkehendak, Dia balikkan yang susah menjadi lapang.

Berapa banyak orang yang kita lihat susah tapi ia masih tersenyum didalam kesusahannya.

Tapi berapa banyak orang yang kita nilai kaya raya tapi tampaknya kesenangan tidak pernah singgah menghampirinya.

Apa sebabnya?…

Karena hati miliki Allah SWT. Hati ada dalam diri kita tapi hati bukan punya kita.

“Apa yang ada dilangit, apa yang ada dibumi adalah milik Allah”, oleh karena itu kembalikan kepada Allah.

Apa yang dari Allah maka harus kita kembalikan kepada Allah, maka hati akan terasa lapang dan bahagia.

Kesimpulan

Pengertian bahagia adalah hati yang lapang, dimana kita bersyukur atas nikmat yang dititipkan Allah kepada kita.

Dan hakikat bahagia adalah hati dan seluruhnya milik Allah, kembalikan kepada Allah maka hati akan terasa lapang adanya.

Semoga “Pengertian Bahagia Dan Hakikat Bahagia Yang Sebenarnya” bermanfaat dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here