Hukum Ziarah Kubur

101

Ziarah kubur adalah kegiatan berkunjung ke pemakaman orang tua, kerabat, waliyullah, orang shalih, maupun para Rasul dengan tujuan mendo’akan, dan sebagai bahan renungan bahwa apa saja dan siapa saja yang bernyawa pasti akan menemui kematian ” Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut “.

Hukum Ziarah Kubur

Belakangan ini banyak terjadi perdebatan perihal hukum ziarah kubur, berikut ini kami ulas penjelasan tentang hukum ziarah kubur.

Hukum ziarah kubur untuk kaum laki laki adalah sunnah, namun ada juga beberapa Ulama Fiqh memfatwakan bahwa hukum ziarah kubur adalah wajib bagi laki laki.
” Sesungguhnya hukum ziarah kubur bagi laki laki adalah wajib meskipun sekali seumur hidup, karena ada perintahnya ”

Namun, untuk kaum perempuan para Ulama ahli Fiqh berbeda pandangan, berikut uraiannya :

1. Sunnah bagi Perempuan
Pendapat ini sangat shahih dalam madzhab Hanafi. Dalil yang dijadikan dasaran adalah sabda Rasulullah SAW :
” Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahlah ( sekarang) karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian. ”
HR Muslim dan Abu Buraidah

Namun para Ulama Fiqh memperjelas kembali jika tujuan berziarah untuk mengingat kesedihan dan menangis diatas pemakaman maka tidak di perbolehkan.

2. Makruh bagi Perempuan
Ini adalah pendapat mayoritas ulama karena hukum ziarah kubur mulanya adalah dilarang dan kemudian diperbolehkan dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Hal ini bukan tanpa dasar, ini di sebabkan oleh sifat wanita yang sering menangis dan berteriak ketika menahan kesedihan yang mendalam.

Rasulullah SAW bersabda :
” Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur. ”
Riwayat Imam Tirmidzi

Namun menurut madzhab maliki hal ini hanya berlaku untuk gadis , sedangkan untuk wanita tua yang tidak tertarik lagi dengan laki laki maka dihukumi sama dengan laki laki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here