Karomah Sang Guru Bangsa Abdurrahman Wahid ” Gus Dur “

148

Karomah Gus Dur Yang Menakjubkan
Siapa yang tak kenal dengan Gus Dur. Sosok Ulama yang penuh kontroversi dengan banyak karomah yang tak banyak orang tahu. Salah satu karomah yag dimiliki beliau ialah ketika beliau menjadi presiden Indonesia. Gus Dur, sapaan akrabnya sangat rajin menjalin silaturrahmi dengan pemimpin negara lain, dan merupakan satu kebiasaan baik yang telah dikembangkan sejak sebelum ia menjadi presiden kepada masyarakat.

Di awal Februari tahun 2000, beliau melawat ke India, setelah perjalanan panjang dari Eropa. Di negeri yang dialiri sungai Gangga ini, Gus Dur bertemu dengan PM Atal Behari Vejpaye dan Sonia Gandhi dan menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Jawaharlal Nehru. Dalam kunjungan tersebut, ketika pesawat udara mendekati New Delhi, terdapat awan yang sangat gelap dan menutupi bandar udara sehingga tidak mungkin untuk mendarat di bandara Internasional Indira Gandhi New Delhi, kemudian direncanakanlah untuk mendarat di bandara lain terdekat sebagai alternatif.

Bagi seorang presiden dengan jadwal yang sudah diatur secara ketat karena terbatasnya waktu, kondisi ini tentu akan membuat rencana kegiatan menjadi berantakan. Ditengah-tengah situasi seperti itu, tiba-tiba terjadi sebuah fenomena alam yang sangat ajaib, tiba-tiba saja langit terbuka sehingga pesawat bisa melewati awan dan begitu bisa mendarat, langit kembali tertutup awan hitam kembali.

Kisah ini disampaikan oleh pilot pesawat kepresidenan yang sedang bertugas kepada adik Gus Dur, Umar Wahid yang merasa takjub dengan kejadian tersebut.
“Ini kebetulan atau tidak, tapi pilot tersebut mengatakan dalam karirnya sebagai pilot, ia tidak pernah mengalami kondisi seperti itu,” katanya.

Sebagai pilot kepresidenan, tentu saja telah dipilih orang dengan jam terbang tinggi dan kemampuan terbaik, kondisi seperti itu merupakan fenomena alam aneh yang baginya juga luar biasa dan tak terlupakan.

Sekarang Gusdur telah berpulang bertemu dengan Sang Pencipta Yang Maha Tinggi. Setelah sebelumnya memandang dengan bashirah beliau kedatangan sang kakek tercinta, Ulama Besar pendiri NU untuk mendampingi beliau di alam barzakh. Kami berdoa semoga beliau nyaman berdekatan dengan Kakek dan Bapak beliau di tanah Jombang, Pesantren keluarga besar Syaikh Asy’ari.

Selamat jalan Gusdur…Nasehat panjenengan senantiasa akan kami ingat sebagai kenangan manis antara orangtua kepada anaknya. Assalamu’alaika…
Lahu Al-Faatihah …..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here