Inilah 6 Kesalahan Mendidik Anak Yang Kerab Terjadi

128

Kesalahan Mendidik Anak

Inilah 6 Kesalahan Mendidik Anak Yang Kerab Terjadi – Sebelum kita berfikir jauh tentang kesalahan mendidik anak, sebaiknya kita pahami dan resapi bagaimana orang tua kita membesarkan kita dahulu.

Ada beberapa kesalahan yang kerab kali dilakukan oleh orang tua yang berakibat fatal pada perkembangan anaknya.

Kesalahan Mendidik Anak

Kesalahan Mendidik Anak 1; Mencari rezeki yang tidak halal

Mencari rezeki adalah tanggung jawab suami, tapi bukan berarti membuat istri masa bodoh dan tidak mau tau asal muasal rezeki yang diperoleh.

Haram atau halalnya suatu rezeki bergantung pada cara memperoleh rezeki tersebut, jika cara yang dilakukan untuk mencari rezeki adalah cara yang dilarang agama maka bersiaplah menanggun resikonya.

Apa resikonya?…

Salah satunya adalah rezeki tersebut tidak akan membawa kebaikan pada diri sendiri, istri, anak dan bahkan keluarga kita yang lain.

Pokoknya,,, siapa saja yang memakan rezeki tersebut maka apa yang dimakan atau digunakannya tidak akan membawa kebaikan.

Terutama pada anak kita.

Anak akan cendrung sulit menerima kebenaran jika diberi makan dan difasilitasi dari uang haram.

Anak akan tumbuh pintar tapi tidak benar.

Oleh karena itu, pastikan rezeki yang kita cari adalah rezeki yang 100% halal. Jangan sampai anak dan istri kita termakan uang haram walaupun hanya sedikit.

Kesalahan Mendidik Anak 2; Tidak memberi contoh yang baik pada anak

Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu Rezeki, Pendengaran anak, Penglihatan anak.

Rezeki sudah kita bahas diatas, selanjutnya adalah apa yang didengar dan dilihat anak.

Kita selalu menyuruh anak berbuat baik, tapi terkadang kita tidak memberi contoh prilaku yang baik didepan anak.

  • Jika orang tua sering bicara kotor, maka anaknya pasti akan mencontohnya. Ia tidak akan bicara kotor kepada orang tuanya karena sudah pasti anak tersebut akan dimarahi ketika kedapatan bicara kotor, tapi ia akan mempraktekkan ucapan kotor tersebut kepada teman-temannya.
  • Orang tua yang pelit terhadap anaknya, ia akan cendrung pelit terhadap temannya dan akan cendrung mencari uang dengan jalan pintas karena uang yang diberi orang tuanya masih dirasa kurang.
  • Orang tua yang marah-marah akan cendrung membuat anaknya berani melawan ucapan orang tuanya. Dan seterusnya.

Apapun yang terjadi, kita harus berupaya memberikan tingkah laku yang baik pada anak, karena apa yang dilihat dan di dengar anak dari kita maka akan ditirunya dan dipraktekkan kepada teman-temannya.

Jangan sampai sifat buruk kita terlihat oleh anak, atau anak akan tumbuh dengan sifat buruk yang dilihatnya tersebut.

Kesalahan Mendidik Anak 3; Tidak tegas terhadap anak

Setiap orang tua sudah pasti sangat menyayangi anak-anaknya, tapi jangan sampai rasa sayang tersebut membuat kita sebagai orang tua kehilangan akal sehat kita.

Terkadang kita menuruti seluruh permintaan si anak tapi tidak memperhatikan efek dari apa yang ia minta.

Anak masih SD sudah minta hp, kita sebagai orang tua seharunya mengerti efek positif dan negative dari hp yang ia minta.

Jika dirasa si anak dapat terhindar dari efek negative, silahkan saja membelikan hp untuk anak tersebut. Tapi jika hp tersebut malah memberikan efek negative kepada anak maka sebaiknya kita tidak menuruti permintaan si anak.

Dan terkadang kita luluh dan lalai dengan rasa sayang kita kepada anak hingga kita tidak melihat kenyataan yang dapat terjadi.

Contoh:

Jika anak kita tertangkap polisi karena mencuri, apa yang akan kita lakukan?…

Kebanyakan orang sudah pasti akan menyogok polisi agar anaknya dapat dibebaskan. Padahal kita tau perbuatan menyogok itu adalah perbuatan yang tidak benar, dan kitapun paham kalau anak tersebut harus mendapatkan hukuman atas perbuatan mencurinya.

Tapi apalah daya,,, karena rasa sayang dan tidak tega melihat si anak dipenjara.

Kitapun bergegas mengupayakan si anak cepat keluar dari penjara.

Akibatnya…

Si anak tidak jera dan akan mengulangi perbuatan yang sama pada porsi yang berbeda, ia tidak merasa takut untuk dipenjara karena ada orang tua yang akan membebaskannya.

Ia merasa ada yang membela, ia merasa kebal hukum sehingga ia berani berbuat dosa dan tidak takut terhadap apa-apa.

Contoh lain:

Berapa banyak anak bangsa yang bercita-cita menjadi tentara, tapi ketika besar orang tua mewujudkannya dengan cara menyogok agar anaknya masuk tentara.

Berapa banyak sarjana yang ingin mencari kerja, ketika melamar PNS maka orang tuanya rela mengeluarkan uang agar anaknya dapat lulus CPNS.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya yang seharusnya menjadi pelajaran penting bagi kita semua agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Jika sayang pada anak, berikanlah apa yang ia butuhkan dan jangan berikan apa yang ia inginkan. Karena yang ia inginkan terkadang dapat merusak masa depannya.

Didiklah ia dengan keras dan tegas agar melatih mental anak hingga ia mampu berjuang sendiri meskipun dibantu oleh orang tuanya.

Baca juga :

Kesalahan Mendidik Anak 4; Kurang kasih sayang

Setiap anak membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya, tapi terkadang kita selaku orang tua yang tidak menyadarinya.

Kita anggap apa yang kita beri salama ini sudah cukup, padahal tidak. Anak kita membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih dari kita sebagai orang tuanya.

Biasanya kurang kasih sayang akan menimbulkan sifat kurang perhatian sehingga anak tumbuh tidak terkontrol sama sekali.

  • Berapa banyak orang tua yang tidak sadar bahwa anaknya mengkonsumsi narkoba?…
  • Berapa banyak orang tua yang tidak sadar bahwa anaknya telah meniduri anak orang?…
  • Berapa banyak orang tua yang tidak sadar bahwa anaknya sudah menjadi maling, perampok dan begal?…
  • Berapa banyak orang tua yang tidak sadar bahwa anaknya sudah jadi PSK?…
  • Berapa banyak orang tua yang tidak sadar bahwa anaknya menyimpan film-film tidak senonoh?…

Dan masih banyak lagi kelalaian orang tua karena kurangnya perhatian yang bersumber dari kurangnya rasa sayang terhadap anaknya sendiri.

Oleh karena itu, sayangilah anak kita dan berikanlah perhatian yang cukup agar ia tumbuh dengan benar.

Kesalahan Mendidik Anak 5; Kurang memperhatikan anak

Jika diperhatikan, banyak orang tua yang tidak begitu memperhatikan pertumbuhan anak dari mulai kecil hingga ia besar.

Cukup kasih apa yang anak tersebut butuhkan, lalu sekolahkan dan masa bodoh dengan apa yang ia lakukan di sekolah. Sehingga anak tumbuh tanpa pengawasan yang ketat dari orang tuanya.

  • Berapa banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya tapi tidak mendidiknya?…
  • Berapa banyak orang tua memberi uang jajan tapi tidak memperhatikan konsumsinya?…
  • Berapa banyak orang tua yang membelikan hp tapi tidak tau apa yang disimpan didalam hpnya?…
  • Berapa banyak orang tua yang membelikan sepeda motor tapi tidak tau kemana pergi si anak tersebut?…
  • Berapa banyak orang tua yang memberikan uang untuk keperluan anak tapi tidak tau kemana uang itu ia gunakan?…

Artinya apa?…

Kita perlu memperhatikan anak dari berbagai sisi dan kondisi.

Uang yang kita beri, perhatikan uang itu kemana digunakan.

Sepeda motor yang kita beri, perhatikan kemana sepeda motornya ia gunakan.

Hp yang kita beri, perhatikan apa yang ia simpan di hp tersebut.

Perhatikan situasi dan kondisi anak secara mendalam agar anak tumbuh dalam pengawasan kita sebagai orang tuanya.

Kesalahan Mendidik Anak 6; Memaksakan kehendak kita pada anak

Terkadang kita tidak bisa menggapai impian kita, cita-cita kita tidak tercapai. Dan ketika sudah mempunyai anak maka kita berharap anak tersebutlah yang meraih cita-cita kita dahulu.

Dahulu kita bercita-cita menjadi seorang tentara, tapi sayangnya keadaan berkata lain. Dan ketika sudah punya anak maka kita memaksakan anak tersebut untuk jadi tentara.

Dahulu kita ingin jadi PNS, tapi sayangnya tidak kesampaian. Dan sekarang ini kita berharap anak kita dapat jadi PNS.

Singkatnya,,, Kita memaksakan kehendak diri kita sendiri kepada anak, dan ini adalah perbuatan SALAH.

Setiap orang memiliki keinginan dan kesenangannya masing-masing, termasuk juga anak kita. Mereka memiliki kebiasaan, kesenangan dan karakter mereka masing-masing.

Jika kita memaksakan kehendak kita kepada mereka, mereka akan merasa tertekan dan tidak nyaman dengan keadaan yang kita paksakan tersebut.

Bayangkan saja, jika anak kita suka menulis tapi dipaksa harus jadi tentara. Betapa malangnya kehidupan yang akan ia jalani.

Bayangkan saja, seorang yang pendiam dipaksa menjadi seorang pebisnis yang dituntut untuk banyak bicara. Tentu si anak merasa tidak nyaman dengan profesinya mesKipun bergelingan harta.

Bahkan kita tidak boleh memaksa anak menjadi seorang ustad sekalipun.

Kita boleh memberi saran, “Nak,,, ayah pengenlah ada anak ayah yang jadi ustad”. Tapi tidak lantas kita memaksakan diri si anak agar jadi ustad, biarkan dia memilih kehidupannya sendiri.

Kita cukup memberikan arahan dan pendidikan yang semestinya saja, cukup ajari ilmu-ilmu agama. Perkara ia mau jadi ustad atau yang lain, itu urusannya sendiri. Yang penting ia sudah memiliki bakal ilmu pengetahuan agama.

Jangan pernah paksa kehendak kita kepada anak, biarkan anak menjadi apa yang ia inginkan. Kita selaku orang tua, cukup memberi arahan dan mengawasi agar ia tidak melakukan kesalahan.

Kesimpulan

Seorang anak terlahir putih dan bersih dari pada dosa dan sifat tercela. Dan apa bila anak tersebut berbuat dosa dan susah untuk bertaubat dan menerima kebenaran.

Maka sebaiknya kita selaku orang orang banyak-banyak introspeksi diri, apa yang sudah kita lakukan pada anak tersebut, bagaimana kita membesarkannya, uang bagaimana yang kita berikan padanya sehingga ia menjadi seperti itu.

Dan untuk yang belum mempunyai anak, sekarang inilah waktunya untuk belajar dari lingkungan. Jangan sampai kesalahan orang lain juga kita lakukan.

Kita harus membenahi diri dari sekarang, perbaiki diri dan cara berfikir kita serta banyak-banyaklah belajar agar memahami bagaimana cara mendidik anak yang benar.

Didiklah anak sebelum ia dilahirkan.

Semoga artikel “Inilah 6 Kesalahan Mendidik Anak Yang Kerab Terjadi” ini bermanfaat bagi seluruh para pembaca sekalian, terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here