Inilah 3 Modal Nikah Sebelum Membangun Rumah Tangga

117

Modal Nikah

Inilah 3 Modal Nikah Sebelum Membangun Rumah Tangga – Menikah adalah sebuah ibadah, dan jika di tanya ibadah apa yang paling enak?..

Jawabannya ya menikah.

Tapi jika kita amati, ada banyak sekali orang yang sudah memasuki usia menikah tapi tidak menika-menikah. Ada apa ini?..

Setelah di telusuri, ternyata penyebabnya mereka belum siap karena tidak memiliki modal nikah yang cukup.

Lantas apa itu modal nikah?…

Modal nikah adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pernikahan dan kehidupan setelah menikah.

Modal nikah yang kebanyakan orang pikirkan berbeda sekali dengan modal nikah yang sebenarnya. KENAPA?..

Karena modal nikah yang banyak orang pikirkan adalah sebuah materi (uang) yang dipergunakan untuk melakukan pesta pernikahan atau resepsi pernikahan.

Sedangkan modal nikah yang sesungguhnya adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk melangsungkan pernikahan tersebut. Termasuk didalamnya adalah modal yang digunakan untuk menjaga hubungan dalam pernikahan.

Jika modal nikah adalah uang, lantas kenapa banyak orang kaya yang menikah dan bercerai?…

Mereka hanya memiliki uang untuk melaksanakan pernikahan tapi tidak memiliki modal nikah yang cukup untuk mewarnai pernikahan tersebut, meskipun pernikahannya mewah dan megah karena memiliki banyak uang tapi tidak ada keharmonisan rumah tangga setelah menikah.

Artinya apa?..

Modal nikah bukan uang, tapi adalah yang lain. Apa itu?…

  1. Ilmu
  2. Keyakinan
  3. Materi (uang)

Uang berada pada urutan paling bawah, bukan berarti uang itu tidak penting tapi ada hal lain yang jauh lebih penting dari pada uang yaitu ilmu dan iman.

Baca juga :

3 Modal Nikah

Modal nikah 1: Ilmu

Ilmu

Modal nikah yang pertama adalah ilmu, seorang pria tidak akan dapat memimpin rumah tangga jika tanpa ilmu yang memadai. Baik ilmu agama ataupun ilmu sosial.

Pria dan wanita yang akan menikah biasanya lebih memikirkan kebahagiaan setelah menikah.

Kita berpikir “Kita bisa hidup dengan orang yang kita sayangi, tidur bareng, dimanja dan disayang. Hingga kita memiliki anak yang imut, manis dan lucu yang mempererat hubungan kita dengan pasangan kita“. Begitu bukan?…

Tapi apakah kita pernah berfikir cobaan apa yang akan kita hadapi setelah menikah?…

Selama berteman atau berpacaran (meskipun dilarang agama), apakah hubungan tersebut berjalan mulus tanpa cobaan?…

Perlu kita ketahui, cobaan setelah menikah jauh lebih berat dari pada cobaan sebelum menikah.

Jika semasa berteman atau pacaran kita sering ribut hanya masalah perasaan atau yang semacamnya. Tapi setelah menikah cobaan yang kita hadapi jauh berbeda dari sebelumnya.

Akan ada permasalahan yang lebih nyata dan kompleks.

Disinilah peran ilmu yang sangat menentukan, apakah kita dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan baik dan benar atau kita malah lari dari permasalahan tersebut hingga berakhir pada perceraian.

Cobaan datang tidak di sangka-sangka, dan yang namanya cobaan sudah pasti sesuatu yang tidak kita inginkan dan terasa menyakitkan adanya.

Cobaan tersebut, ada cobaan yang berat dan yang ringan.

Dan bagaimana jika kita mendapat cobaan yang sangat berat?… apa yang akan kita lakukan?… bertintah berdasarkan insting atau sesuai dengan kebenaran?…

Setiap masalah pasti ada solusinya, hanya saja terkadang kita tidak tau apa solusi yang tepat.

Yang lebih celakanya lagi, solusi yang salah kita anggap itu adalah solusi yang tepat sehingga bukan malah membuat membaik tapi malah membuat semakin rumit.

Setelah menikah, kita akan dihadapkan dengan pahitnya kenyataan. Terkadang kehendak dengan kenyataan berbeda.

Apakah kita lebih mengutamakan kehendak atau kebutuhan.

Peran ilmu itu sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak memilih pasangan, apakah kita memilih pasangan dengan paras yang cantik atau memilih pasangan yang baik dan berbudi luhur meskipun tidak begitu cantik.

Pelajarilah ilmu agama, agar kita bisa menjadi imam yang adil, tegas dan bijaksana.

Berikanlah apa yang menjadi hak istri dan jangan sampai kita menzolimi istri karena ketidak pahaman kita.

Uang suami adalah uang istri, karena istri adalah tanggung jawab suami. Tapi bukan berarti uang istri adalah uang suami.

Karena tanggung jawab mencari nafkah bukan terletak pada istri melainkan suami.

Modal nikah 2: Keyakinan

Keyakinan

Modal nikah yang kedua adalah keyakinan. Tanpa keyakinan yang kuat, ilmu yang kita miliki tidak akan bisa kita amalkan dengan maksimal.

Banyak orang yang mengerti jika menyogok untuk mendapatkan pekerjaan itu HARAM, lantas kenapa masih banyak orang yang cari kerja dengan cara menyogok?…

Bahkan untuk masuk jadi tentara dan polilsi saja harus mengeluarkan Rp. Ratusan juta.

Jawabannya sederhana, karena kurangnya keyakinan terhadap janji Allah yang Maha Pemberi Rezeki.

Setelah menikah, kita akan dihadapkan dengan kenyataan pahit. Akankan kita dapat mengamalkan ilmu yang kita pelajari dan mempertahannya keyakinan atau malah mengorbankan iman?…

Jika sudah ekonomi menipis, istri mendesak dan biaya tingkah laku yang semakin tinggi. Akankah kita berpegang teguh dan istiqomah di jalan Allah atau malah menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan kita?…

Jika istri keluar rumah tidak menutup aurat, apakah kita biarkan karena takut ia marah atau berlaku tegas sesuai perintah agama?…

Pertebal iman untuk modal membangun rumah tangga.

Baca juga :

Modal nikah 3: Materi

Materi

Modal nikah yang ketiga adalah rezeki atau uang. Manusia hidup bukan untuk uang tapi tidak dipungkiri bahwa kita butuh uang.

Terutama untuk melaksanakan pernikahan. Dari mulai biaya untuk melaksanakan ijab qabul, untuk mahar, membeli kebutuhan istri dan berbagai kebutuhan nikah lainnya.

Tapi… Perlu kita ketahui, rezeki itu sudah ada yang ngatur dan kita hanya perlu usaha dan usaha yang diiringi doa dan amal ibadah.

Lantas bagaimana jika seseorang sudah ditakdirkan susah?…

Emangnya kita tau apa yang ditakdirkan Allah pada kita?…

Yang penting itu adalah usaha dan berus berusaha, dan usaha tersebut hendaknya dilakukan dengan benar sesuai dengan anjuran agama. Bukan melakukan jalan pintas untuk cepat kaya.

Allah berjanji kepada kita, barang siapa yang meminta pasti Aku kabulkan kata Allah. Nah,,, ketika kita berdoa dan doa kita tidak terkabul, apa janji Allah tidak benar?…

Tentu saja tidak. Jika doa kita tidak terkabul, mungkin masih ada kesalahan yang kita lakukan sehingga membuat Allah murka dan tidak mengabulkan doa kita.

Termasuk juga masalah rezeki, jika kita sudah berusaha keras tapi tidak mendapatkan rezeki juga. Introspeksi diri sendiri dan jangan menyalangkan orang atau pihak lain atau berdalih kepada takdir.

Mungkin saja cara kita melakukan usaha yang masih salah tapi kita tidak sadar, atau kita melakukan kesalahan lain yang berdampak pada usaha kita.

Atau kita terlalu keras berusaha mencari rezeki hingga kita lalai dalam beribadah, hal ini juga tidak benar.

Rezeki terbagi atas 2 jenis, haram dan halal. Haram dan halalnya sebuah rezeki bergantung pada cara mencari atau memperoleh rezeki tersebut.

Jika cara mencari rezeki sesuai dengan anjuran agama, maka rezekinya halal tapi jika cara mencari rezeki tidak sesuai dengan perintah agama maka rezekinya haram.

Untuk keluarga, pastikan rezeki yang kita cari dan kita beri untuk anak dan istri kita adalah rezeki yang halal.

Lebih baik susah untuk sementara waktu dari pada hidup mewah dari uang yang haram.

Kesimpulan

Ada 3 modal yang harus kita miliki sebelum menikah, yaitu Ilmu, Keyakinan dan Rezeki (uang).

3 modal tersebut saling melengkapi satu sama lain, apabila salah satu diantara 3 diatas tidak terpenuhi maka kata “Bahagia” hanya sebuah angan-angan.

Pelajarilah ilmu-ilmu agama secara menyeluruh, dan amalkan ilmu tersebut dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan serta carilah rezeki dengan cara yang baik agar keluarga SAKINAH, MAWADDAH dan WAROHMAH.

Semoga artikel “Inilah 3 Modal Nikah Sebelum Membangun Rumah Tangga” ini bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi pria dan wanita yang masih remaja.

Bekalilah diri kalian dari sekarang agar kalian senang dimasa mendatang.

Terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here