Pengertian Taubat?… Cara Bertaubat & 4 Ciri-ciri Orang Bertaubat

367

Pengertian taubat

Pengertian Taubat?… Cara Bertaubat & 4 Ciri-ciri Orang Bertaubat – Agama mengajarkan bahwa didalam melaksanakan segala pekerjaan hendaklah dilaksanakan dengan penuh hati-hati dan perhitungan.

Sebagaimana pepatah lama mengatakan “Didalam keberhati-hatian itu ada keselamatan sedangkan didalam sikap tergesa-gesa dan terburu-buru biasanya mengandung penyesalan”.

Akan tetapi,,,, Ada 5 perkara yang justru dianjurkan buru-buru dan disegerakan. Apa yang 5 perkara tersebut?…

5 Perkara yang wajib disegerakan

Perkara yang harus disegerakan

1, Mengubur jenazah

Tidak baik jika jenazah itu di semayamkan 2 hingga 3 hari dirumah. Dan yang lebih baik mengubur jenazah itu dimana ia meninggal.

Contohnya saja baginda Rasul, beliau dilahirkan di Makkah dan meninggal dunia di Madinah, dan di Madinahlah Rasul dikuburkan dan bukan dikota Makkah.

Karena prinsipnya agama menginginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesukaran.

2, Mengawinkan anak perempuan

Apa bila kita memiliki anak perempuan dan usianya sudah memasuki ambang pernikahan dan iapun sudah minta untuk dinikahkan, maka segeralah kita untuk menikahkannya.

Sebab,,, Apabila anak perempuan jika tidak segera dinikahkan oleh orang tuanya, dikhawatirkan akan nikah sendiri.

Jika anak perempuan nikah sendiri, maka orang tuanya yang akan kerepotan sendiri nantinya.

3, Membayar hutang

Terkadang ekonomi kita pasang surut, ketika waktu lapang kita sering membantu orang dan ketika waktu sempit kita terpaksa harus berhutang.

Nah,,, Apabila kita berhutang pada seseorang dan sudah ada uang untuk membayarnya maka bersegeralah membayarnya.

Sebab jika ditunda, besok, lusa, minggu depan, dikhawatirkan uang akan terpakai untuk kepentingan-kepentingan yang lain dan hutang tetap akan hutang dan tidak pernah terbayar adanya.

4, Menghidangkan makanan

Ketika ada tamu atau musafir yang kebetulan singgah di rumah kita, kita sebagai tuan rumah harus segera menghidangkan makanan kepada mereka.

5, Bertaubat

Dan yang kelima yang harus dilakukan dengan segera dan buru-buru adalah bertaubat apabila melakukan dosa.

Hal inilah yang akan kita bahas pada pertemuan kita kali ini, yaitu Cara bertaubat.

Baca juga :

Pengertian taubat

Pengertian taubat dalam islam

Taubat berasa dari kata “Taba”, Yatubu” yang isim masdarnya adalah “Taubatan” yang bermakna kambali dari jalan yang dilarang Allah SWT.

Jika selama hidup ini kita suka menerjang larangan-larangan Allah, melaksanakan apa-apa yang dilarang oleh-Nya maka taubat artinya meninggalkan larangan-larangan tersebut dan kembali kepada apa yang diperintah Allah SWT.

Kenapa taubat ini harus disegerakan?…

Karena makhluk yang bernama manusia sulit melepaskan diri dari dosa dan kesalahan. Nabi bersabda yang arti dan maknanya sebagai berikut:

Setiap anak Adam, yakni setiap manusia pasti mempunyai dosa dan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang segera bertaubat”.

Dengan kata lain, orang yang baik sesungguhnya bukanlah orang yang tidak punya salah. Karena tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan.

AKAN TETAPI orang yang baik adalah orang yang ketika melakukan kesalahan ia segera sadar, dijadikannya kesalahan itu sebagai pelajaran untuk tidak diulanginya lagi pada masa-masa yang akan datang.

Inilah yang digambarkan oleh Allah SWT dalam surah Ali-Imron ayat 135 yaitu:

Walladzina idza fa’alu faahisyatan”, dan orang-orang yang apabila mereka terjatuh kepada perbuatan dosa. “Auzolamu anfusahum” atau berbuat zolim kepada diri mereka sendiri. “Dzakarullaha fastaghfaru lizunubihim” mereka segera ingat kepada Allah dan memohon ampun atas dosa yang telah mereka kerjakan.

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah. Sejak awal iblis memang sudah memproklamirkan diri di hadapan Allah SWT.

Apa kata iblis?…

“Ya Allah, demi kemuliaan-Mu saya (iblis) bersumpah, saya akan memperdayakan anak-anak Adam, saya akan menggoda manusia selama ruh masih ada didalam jasad mereka”.

Jadi,,, Selama ruh masih ada didalam jasad maka selama itulah iblis akan selalu menggoda manusia, mengelincirkan manusia untuk jatuh ke tempat-tempat salah dan ke tempat-tempat dosa.

Dan kemudian Allah juga memberikan jaminan, Allah menjawab proklamasi iblis tersebut.

Demi kehormatan-Ku (Allah), demi kemuliaan-Ku hai mal’un (terkutuk atau iblis), kalaupun engkau selalu memperdayakan manusia, kalaupun engkau selalu menipu dan menggoda mereka, sepanjang ruh masih ada didalam jasad mereka maka Aku (Allah) akan senantiasa memberikan ampun kepada mereka sepanjang mereka memohon ampun kepada-Ku”. Inilah jaminan dari Allah SWT.

Oleh karena itu, kita berbicara tentang taubat maka kita berbicara tentang tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana cara bertaubat?…

Apa yang harus kita lakukan untuk sempurnya suatu taubat?…

Cara bertaubat

Cara bertaubat

Cara Bertaubat 1: Menyesal terhadap dosa yang pernah kita lakukan

Kadang-kadang ada juga orang bertaubat, bukan malah menyesal terhadap dosanya tapi malah puas katanya.

Ia ngomong kepada temannya, saya sudah kenyang judi, kenyang mabuk-mabukkan, kenyang zina, puas dengan segala macam kenakalan. Sekarang tinggal benernya saja.

Jika kita amati, tobatnya si bagus tapi puasnya itu yang jelek.

Kenapa harus dikatakan puas, seharunya menyesal. Menyesal tenggelam dimeja judi, menyesal mabuk-mabukkan, menyesal berbuat zina, menyesal berbuat mungkar dan maksiat.

Dari penyesalan ini, maka akan timbul hal yang kedua yaitu berniat tidak akan mengulangi dosa tersebut.

Cara Bertaubat 2: Berniat tidak mengulangi dosa

  • Tobat dari minuman keras, sekali tidak ada menuman keras malah sibuk cari-cari minuman keras.
  • Tobat tidak akan marah-marah lagi, tapi dilain waktu marah tak terkontrol karena hal sepele.
  • Tobat tidak akan tidak akan menggunjing orang, tapi dilain waktu masih saja menceritakan aib orang lain.

Inipun bukan taubat yang sebenarnya.

Sekali bertaubat maka jangan pernah berniat mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Iringi penyesalan dengan niat untuk tidak pernah mengulangi dosa tersebut selama-lamanya.

Cara Bertaubat 3: Meninggalkan perbuatan itu untuk selama-lamanya

Cara taubat yang ketiga yaitu meninggalkan perbuatan dosa itu untuk selama-lamanya. Kalau bertaubat tapi masih diulangi lagi perbuatan dosa tersebut maka itu belum taubat yang sebenarnya.

Berapa banyak orang yang bangkrut karena judi, mereka menyesal karena seluruh hartanya habis dimeja judi, keluarganya berantakan, anak tidak terurus dan berbagai kehancuran menghampiri.

Mereka bertaubat karena seluruh harta mereka habis. Tapi dikala perekonomian mereka meningkat lagi, setelah mereka kembali kaya, memiliki uang lebih, merekapun kembali kemeja judi sebagaimana sebelumnya.

Ini bukan tobat yang sebenarnya.

Cara Bertaubat 4: Melaksanakan ibadah

Sebab barangkali dimasa kita tenggelam dilembah, perintah-perintah Allah jangankan yang sunnah yang wajib sering kita lalaikan.

Apabila diri telah berniat melaksanakan taubat maka laksanakan kewajiban-kewajiban yang di syari’atkan oleh agama kepada kita.

Cara Bertaubat 5: Memintah halal kepada orang lain

Jadi kalai kita berdosa kepada sesama manusia, Allah belum menerima taubat kita sebelum kita meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Adapun kalau kita sudah minta maaf tapi yang bersangkutan tidak mau memaafkan, itu urusan dia kepada Allah, urusan kita adalah meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Cara Bertaubat 6: Melatih diri taat kepada Allah SWT

Sebagaimana dulunya kita telah melatih diri, memperturutkan diri untuk berbuat durhaka kepada Allah. Dan sekarang kita harus melatih dan memperbaiki diri agar taat mengerjakan seluruh perintah Allah SWT.

Bagaimana cara melatih diri?…

Cara Bertaubat 7: Memperbanyak istighfar

Disabdakan oleh baginda Rasul “Sesungguhnya segala macam penyakit tentu ada obatnya dan obat dari segala macam dosa adalah istighfar”.

Jadi kalau yang terdahulu merupakan perbuatan-perbuatan kongkrit maka yang terakhir ini taubat dalam bentuk ucapan berupa memperbanyak Istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Mari kita lihat sejarah tentang taubat

Dalam teladan hidup kita, manusia yang hatinya paling bersih tidak lain adalah baginda Rasulullah SAW.

Beliau sudah mendapatkan jaminan ampun dari seluruh dosa, “Muhammad, dosamu yang dahulu, dosamu yang sekarang, dosamu yang akan datang jikalau memang ada, seluruhnya sudah mendapat jaminan ampun dari Allah SWT”.

Tetapi coba kita perhatikan sejarah perjalan hidup Rasul yang mulia ini, sungguhpun beliau sudah nyata-nyata mendapatkan jaminan ampun dari Allah, beliau mengatakan “Wahai manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah, maka sesungguhnya saya (Rasul) dalam satu hari bertaubat seratus kali kepada Allah”.

Dalam riwayat yang lain “70 kali Rasul mengucapkan Istighfar minimalnya dalam sehari semalam”.

Orang yang sudah nyata-nyata mendapatkan jaminan ampun dari Allah ini, satu hari satu malam Istighfarnya minimal 70 kali.

Apalagi kita?… Yang sudah nyata-nyata belum mendapatkan jaminan ampun dari Allah SWT.

Didalam suatu hadis diriwayatkan bahwa iblis pernah berkata “aku rusak dan aku hancurkan kehidupan manusia dengan dosa dan dengan segala macam perbuatan maksiat”.

Iblis menghancurkan manusia dengan menanamkan kegemaran berbuat dosa dan menanamkan kesukaan bergelimang dunia-dunia maksiat.

Tetapi kemudian iblis mengakui “Tetapi kemudian terbalik manusia yang menghancurkan aku (iblis) dengan kalimat La Ilaha Ilallah dan dengan Istighfar yakni dengan mengucapkan Astagfirullahal’azim”.

Inilah senjata pamungkas menghadapi upaya iblis untuk menghancurkan manusia.

Kalau iblis menghancurkan manusia dengan perbuatan dosa dan menenggelamkan manusia dengan perbuatan-perbuatan maksiat, hendaknya kita sadar bahwa inilah perangkap iblis untuk membinasakan kita.

Pada saat kita terjebak pada perbuatan maksiat dan mungkar, ingatlah baik-baik bahwa itu adalah perangkap iblis untuk membinasakan kita.

Oleh karena itu, hancurkan perangkap iblis, hancurkan tipu daya dan usaha iblis itu, dengan apa?… Dengan La Ilaha Ilallah dan memperbanyak Istighfar.

Ketika aku lihat hal itu (kata iblis), ketika kita hancurkan mereka (manusia) dengan dosa dan maksiat, lalu mereka (manusia) kembali menghancurkan kita (iblis) dengan La Ilaha Ilallah dan memperbanyak Istighfar”, diamkan iblis?… puaskah iblis?…

Ternyata tidak…

Apabila aku (iblis) lihat usaha manusia itu maka aku (iblis) kembali menghancurkan mereka dengan mempergunakan hawa nafsu. Sehingga mereka menyangka bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Ditanamkan dalam diri kita, bahwa kitalah orang yang paling benar. Itupun tipu daya iblis.

Maka pintar itu baik, tapi merasa pintar itu jelek.

Orang benar itu bagus, tapi merasa benar tidak bagus.

Karena biasanya orang yang merasa benar cendrung beranggapan orang lain tidak benar. Jika sudah begitu maka ia akan mengklaim dirinya lah yang paling benar dan yang lain salah.

Artinya apa?…

Iblis tidak akan pernah berhenti menggoda manusia untuk berbuat dosa dan maksiat.

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dia akan mengampuni perbuatan yang bersifat salah dari manusia.

Tetapi… hanya manusia saja yang terkadang lalai, tidak mau mengampuni dan memaafkan dirinya sendiri dengan membiarkan dirinya sendiri terseret dan berlarut-larut dalam dosa tanpa keinginan untuk bertaubat.

Sepanjang nafas belum sampai ditenggorokan, sepanjang matahari terbit disebelah timur dan terbenam disebelah barat maka sepanjang itu pula Allah masih menerima taubat seorang hamba.

Dan apabila nafas sudah sampai ditenggorokan maka taubat akan terlambat adanya.

Baca juga :

Ciri-ciri orang bertaubat

Ciri-ciri orang bertaubat

Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang bertaubat itu?…

Seorang ahli hikmah berkata:

1, Ciri-ciri orang bertaubat itu keliatan dari: Ucapannya

Bahwa dalam kehidupan ini ia mampu menjaga lidahnya dari ucapan yang berlebih-lebihan, dari ucapan yang tidak ada manfaatnya, dari ucapan yang mengandung dosa, namimah, mengadu domba dan ucapan-ucapan yang merugikan orang lain.

Ciri-ciri orang bertaubat keliatan dari lidahnya.

2, Ciri-ciri orang bertaubat itu keliatan dari: Hatinya

Orang yang bertaubat terlihat dari hatinya, tidak ada lagi rasa dengki dihatinya, tidak ada keinginan membenci dan memusuhi orang lain. Kenapa?…

Karena orang yang bertaubat, ia sudah sibuk memikirkan dosa dan kekurangan yang ada pada dirinya sehingga ia tidak sempat lagi untuk mengorek-ngorek dosa dan kekurangan orang lain.

Orang yang bertaubat terlihat dari sikap introspeksi diri, sikat mawas diri, sikap bercermin pada diri sendiri.

Jadi adapun orang yang bertaubat, dihatinya tidak ada dengki. Melihat orang lain mendapat nikmat “Alhamdulillah” ia ikut bersyukur.

Berbeda sekali orang yang jauh dari tobat, orang lain dapat nikmat maka dia meriang. Tidak senang melihat orang lain senang, orang melarat malah tepuk tangan.

Orang yang seperti ini pada hakikatnya akan disiksa oleh perasaannya sendiri.

Lain dengan orang yang sudah bertaubat, hasut itu hilang dari dirnya. Sebab hasut inilah yang akan memakan kebaikan yang sudah kita kerjakan.

Kata Rasul “Hasut itu bisa memakan kebajikan seperti api memakan kayu bakar”, puasa kita, zakat kita, sholat kita bahkan haji kita, semuanya habis dimakan oleh sifat hasut.

Itulah sebabnya, sebanyak apapun amal kebaikan yang kita kerjakan, jangan pernah bangga dan jangan lalai.

Dan begitupun sebaliknya, sebanyak apapun dosa yang kita kerjakan dan kesalahan yang pernah kita lakukan, jangan pernah putus dari zikir dan berharap rahmat-Nya Allah SWT.

3, Ciri-ciri orang bertaubat itu keliatan dari: Menjauhkan diri dari orang jahat

Menjauhkan diri dari orang-orang jahat, sebab kita tau bahwa pergaulan sangat besar pengaruhnya dalam ikut membentuk kepribadian manusia.

Bersekutu dengan kejahatan, biasanya juga ikut jahat”. Walaupun tidak secara langsung melakukan kejahatan tapi termasuk dalam jama’ah yang jahat.

Tapi jangan salah mengartikan bahwa orang yang bertaubat tidak boleh bargaul, itu juga mencerminkan keangkuhan diri.

Bergaul tetap bergaul, tetapi kepada orang-orang ia sekedar menghindarkan diri dari pergaulannya itu dari kejahatan yang bisa ditimbulkan oleh orang-orang jahat tadi.

4, Ciri-ciri orang bertaubat itu keliatan dari: Mempersiapkan diri untuk mati

Sebagaimana yang kita tau, kalau akan pergi keluar kota tentu kita akan membawa bekal. Semakin jauh perjalanan maka semakin banyak bekal yang harus kita bawa.

Hidup ini adalah perjalanan panjang, yang kita juga memerlukan bekal dalam kehidupan. Orang yang bertaubat maka ia akan mempersiapkan diri untuk menghadapi maut dan setelah maut itu datang, menghadapi alam barzah, menghadapi kehidupan di akhirat kelak.

Ia sudah mempunyai persiapan sehingga kapan maut datang ia sudah mempunyai perisapan lebih dahulu.

Sebagai contoh:

Jika kita siap dipukul orang, ketika pukulan itu datang maka rasa sakitnya agak kurang dan kita tidak terkejut adanya. Dan jika kita tidak siap dipukul, meskipun bobot pukulannya sama maka kita akan terkejut dan rasa sakitnya akan berat adanya.

Artinya apa?…

Orang akan lebih memiliki daya tahan yang lebih jika sudah siap menerima pukulan, termasuk juga siap akan mati.

Orang yang bertaubat, ia akan mempersiapkan diri untuk menerima kematian dan kehidupan setelah mati.

Orang yang mempersiapkan kematian, ia akan lebih mengutamakan kehidupan akhirat dari pada nafsu dunia.

Semoga “Pengertian Taubat?… Cara Bertaubat & 4 Ciri-ciri Orang Bertaubat” ini mudah dipahami dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Terutama bagi saya selaku penulis dan setiap orang yang ingin bertaubat.

Silahkan bagikan artikel ini diakun sosial mediamu. Kritik dan Saran juga penulis harapkan untuk membangun situs yang lebih baik lagi.

Terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here