Pengertian Ikhlas Adalah?… Perjalanan Ikhlas Dalam Kehidupan

413

Pengertian Ikhlas Adalah

Pengertian Ikhlas Adalah?… Perjalanan Ikhlas Dalam Kehidupan – Tidak hanya dalam berbuat kita harus ikhlas tapi dalam menjalani hiduppun kita harus ikhlas.

Lantas bagaimana perjalanan ikhlas dalam hidup?…

Sebelum itu sebaiknya kita pahami dulu pengertian ikhlas yang sesungguhnya menurut beberapa pendapat ahli.

Pengertian Ikhlas Adalah?…

  • Secara bahasa, ikhlas adalah bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor.
  • Sedangkan secara istilah, ikhlas adalah niat mengharap ridha Allah semata dalam beramal melaksanakan perintah-Nya.
  • Menurut Abul Qosim ikhlas adalah membersihkan segala jenis amal perbuatan dari berbagai komentar manusia.
  • Menurut Hudzaifah Al Mar’asiy ikhlas adalah kesamaan antara perbuatan zhohir dan batin.
  • Menurut penulis ikhlas adalah niat yang datang dari hati sanubari yang terdalam untuk melaksanakan sesuatu tanpa berharap mendapat balasan atas apa yang sudah diperbuat.

Sebutan lain yang mewakili ikhlas adalah tulus. Perbuatan yang tulus adalah perbuatan yang didasari keikhlasan.

Perjalanan Ikhlas Dalam Kehidupan

Sikap hidup seseorang dibentuk oleh keyakinan yang dimilikinya. Sebagai muslim, keyakinan kita berpatri 2 kalimat Syahadat.

Syahadat

Kalimat ini, membentuk prilaku kehidupan. Itulah ikrar yang kita ucapkan. Artinya apa?…

Saat kita berkata “Asyhadu Alla Ilaha Illallah” tidak ada Tuhan selain Allah, itu berarti kita sudah melaksanakan sebuah ikrar. Jika saya yakin tidak ada Tuhan selain Allah maka:

  • Saya tidak akan pernah takut kecuali hanya kepada Allah.
  • Saya tidak akan pernah menggantungkan hidup kecuali hanya kepada Allah.
  • Saya tidak akan pernah menggantungkan hidup kecuali hanya kepada Allah.
  • Saya tidak akan pernah melarikan persoalan kecuali hanya kepada Allah.
  • Saya tidak akan pernah minta tolong kecuali hanya kepada Allah.
  • Saya tidak akan pernah minta rezeki kecuali hanya kepada Allah.

Berurat dan berakar keyakinan dihati, membentuk kepribadian dan mewarnai seluruh langkah dalam kehidupan kita.

Sekarang ini, kita fasih betul mengucap 2 kalimat syahadat, tahlilpun lancer. Akan tetapi konsikuensi dari kalimat tersebut seringkali kita abaikan.

Apalagi kita sedang berhadapan dengan zaman yang sedang serba sulit seperti sekarang ini. Ekonomi yang belum pulih, lapangan kerja susah, pangangguran banyak, biaya hidup tinggi sehingga orang mudah mengalami pergeseran nilai.

Sholatnya masih menghadap Allah tapi kepengen dagangannya laris menghadap dukun, dicampurlah itu “Iyya kana’budu wadukunasta’in”.

Inikan sudah gaya hidup yang sinkrit, gaya hidup yang sudah keliru dan bertentangan dengan keyakinan.

Puasa, melahirkan keikhlasan. Kenapa?…

Karena ibadah puasa ini tanpa suggesti. Mungkin kalau sholat kita masih berharap dilihat orang, kita membayar zakat dan bersedeqah masih berharap dilihat orang.

Tapi dengan berpuasa, hanya kita dengan Allah saja yang mengetahuinya. Hal ini akan melahirkan gaya hidup yang penuh dengan keikhlasan.

Bahwa kalau kita sudah berbuat, yang penting kita dan Allah saja yang tau.

  • Mau dipuji orang atau tidak
  • Mau didengar orang atau tidak
  • Mau dilihat orang atau tidak.

Saya sebagai pelaksana suatu ibada dan Allah sebagai tempat dan tujuan kenapa ibadah ini saya laksanakan.

Karena itu, pada pertemuan kali ini kita akan membahas masalah ikhlas dalam menyikapi kehidupan ini.

Sebab, bukan cuma hanya sholat saja harus ikhlas, puasa harus ikhlas, zakat harus ikhlas. Tapi menjalani hidup inipun kita harus penuh dengan keikhlasan.

Kita tau, apa saja yang digantungkan kepada yang selain Allah,,, Bersiaplah untuk KECEWA.

Iklas bukan perkara yang mudah dilaksanakan meskipun sangat mudah untuk diucapkan. Tetapi inilah yang diperintahkan Allah kepada kita.

Kita tidak diperintahkan selain menyembah Allah dengan penuh keikhlasan. Penyembah Allah yang berangkat dari semangat keikhlasan.

Baca juga :

Ungkapan Iman Ghazali tentang ikhlas

Ikhlas Dalam Kehidupan

Manusia pada hakikatnya mati, kecuali dengan ilmu. Orang yang berilmu pada hakikatnya tidur, kecuali dengan mengamalkan ilmunya. Orang yang beramal banyak yang tertipu, kecuali dengan ikhlas.

Bagitulah dalam kehidupan ini, manusia pada dasarnya mati kecuali orang yang berilmu. Tidak banyak yang bisa dilakukan tanpa ilmu.

Ilmulah yang membuat manusia itu hidup, bergerak, berbuat, berkembang dan tumbuh menjadi lebih maju.

Dalam ungkapan lama.

  • Ilmu, membuat hidup jadi mudah.
  • Seni, membuat hidup jadi indah.
  • Iman, membuat hidup jadi terarah.

Manusia mati kecuali orang yang berilmu

Sekarang ini, perkembangan teknologi sudah berkembang pesat. Dari kamar kita dapat memantau perkemangan diluar negeri.

Kita dapat berkomunikasi dar jarak jauh tanpa terikat ruang dan waktu.

Dahulu berangkat haji membutuhkan waktu 6 bulan lamanya, yang ada cuma kapal laut sedangkan di Mekkah dan Madinah cuma Onta.

Tapi… Sekarang berhaji cukup 1 bulan lamanya menggunakan pewasat dan kendaraan modern.

Kemajuan ilmu yang menciptakan buing sehingga dapat memotong waktu 5 bulan dari sebelumnya.

Ruang dan waktu sudah bukan masalah berkat ilmu pengetahuan yang semakin maju. Oleh karena itu, Tuntutlah Ilmu Agar Kita Lebih Hidup.

Manusia tidur, kecuali mengamalkan ilmunya

Kita tau, kalau sholat itu wajib. Tapi kenapa masih saja banyak muslim yang meninggalkan sholat?…

Kita tau, puasa itu wajib. Tapi kenapa banyak orang yang tidak berpuasa ketika bulan suci Ramadhan?…

Kita paham, kalau wanita harus menutup auratnya. Tapi kenapa banyak wanita yang masih berpakaian tidak benar?…

Semua itu karena kita tidak mengamalkan ilmu agama sebagaimana mestinya. Sama halnya dengan tubuh yang tertidur, meskipun hidup tapi tidak bergerak. Meskipun kita tau, tapi tidak mengamalkannya.

Setinggi apapun ilmu kita, tapi jika tidak diamalkan maka ilmu tersebut akan sia-sia adanya. Perbanyaklah ilmu, dan amalkan meksipun perlahan.

Orang yang beramal banyak yang tertipu kecuali yang ikhlas

Merasa sudah banyak karyanya, sudah banyak sedekahnya, sudah lengkap puasa dan sholatnya. Mereka banyak yang tertipu, kecuali yang ikhlas didalam mengamalkan ilmunya itu.

Ikhlas,,, Itulah ruh dari amal yang kita kerjakan.

Amal tanpa ikhlas bagaikan jasad tanpa ruh, mati dan sia-sia amal perbuatan kita.

Iblis menggoda manusia dengan segala cara.

Rasul : Iblis masuk kedalam tubuhmu, menggodamu melalui saluran darahmu. Persempit saluran iblis masuk ke tubuhmu.

Sahabat : Dengan apa ya Rasul?…

Rasul : Dengan zikir dan lapar.

Jadi ketika kita melaksanakan ibadah puasa, kita mempersempit ruang gerak iblis. Itulah makna ketika datang Ramadha maka diikat setan dan iblis itu.

Siapa yang mengikatnya (iblis)?… Ya diri kita sendiri.

Dengan apa kita mengikatnya (iblis)?… Ya dengan ibadah puasa, kita ikat dia (iblis dan setan), tidak berkutik untuk memperturutkan hawa nafsu sebagai kendaraan utama si iblis tadi.

Keikhlasan, itulah nilai dari amal kita.

  • Iblis datang kepada setiap orang dengan bendera yang tidak sama.
  • Iblis datang kepada para penguasa dengan membawa bendera kezoliman.
  • Iblis datang kepada para kyai dengan membawa bendera hasun, iri hati, dengki.
  • Iblis datang kepada orang kaya dengan membawa bendera bakhil, pelit, atau kikir bin medit.

Artinya apa?…

Strategi iblis berbeda, bergantung pada yang didatanginya. Jika itu tidak kena maka datanglah iblis dengan membawa bendera besar kepala.

Ditanamkannyalah rasa bangga kepada kita sehingga kita beranggapan amal kita sudah banyak, sedekah kita sudah banyak, ilmu kita sudah tinggi sehingga menghilangkan sifat ikhlas itu sendiri.

Kesimpulan

Ikhlas adalah niat yang tulus untuk melaksanakan sesuatu tanpa berharap balas dari perbuatan tersebut.

Terutama dalam beribadah, orang yang berharap mendapatkan sesuatu dari ibadahnya tersebut berarti ia belum melaksanakan ibadah dengan ikhlas.

Jika kita beribadah karena ingin dilihat orang, ingin dipandang orang, ingin didengar orang maka sebaiknya kita harus banyak-banyak mempelajari tentang ikhlas dan melatih diri agar ikhlas dalam berbuat.

Karena segala perbuatan yang tidak didasari dengan keikhlasan maka akan berujung sia-sia meksipun kita sudah berkorban besar untuk ibadah tersebut.

Ikhlas yang sesungguhnya adalah mengharap ridho Allah SWT.

Semoga artikel Pengertian Ikhlas Adalah?… Perjalanan Ikhlas Dalam Kehidupan ini bermanfaat bagi pembaca dan diri saya pribadi.

Harap bagikan artikel ini di akun sosial mediamu. Terima kasih dan salam pelajar

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here