Pengertian Silaturahmi Adalah?…Pentingnya Bersilaturahmi

403

Pengertian silaturahmi adalah

Pengertian Silaturahmi Adalah?…Pentingnya bersilaturahmi – Ketika memasuki bulan suci Ramadhan, hal yang dinanti-nantikan adalah Hari Raya ‘Idul Fitri dimana saatnya bersilaturahmi ke rumah-rumah saudara kita.

Dari mulai rumah orang tua kita, nenek dan kakek kita, kakak dan abang kita, keluarga dan kerabat-kerabat kita yang lainnya. Karena apa?…

Karena pentingnya menjaga tali silaturahmi ini, dan pada pertemuan kali ini kita akan membahas pentingnya silaturahmi dan doa malaikat tentang silaturahmi.

Tapi sebelum itu, mari kita pahami dulu pengertian silaturahmi menurut beberapa pendapat.

Pengertian silaturahmi

Ada beberapa pendapat tentang pengertian silaturahmi, yaitu:

Secara umum, pengertian silaturahmi adalah berkunjung. Orang yang bersilaturahmi adalah orang yang berkunjung ke rumah saudara, teman, kerabat ataupun orang lain.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pengertian silaturahmi adalah tali persaudaraan, persahabatan ataupun kekerabatan. Orang yang bersilaturahmi adalah orang yang menjaga tali persaudaraan, persahabatan ataupun kekerabatan dengan orang lain.

Menurut sebagian besar pendapat, pengertian silaturahmi adalah hubungan, dimana orang yang bersilaturahmi adalah orang yang berhubungan dengan orang lain.

Kata silaturahmi sendiri berasal dari kata silaturahim yang diambil dari bahasa Arab yaitu “Shilah” dan “Rahim”.

“Shilah” berarti hubungan sedangkan “Rahim” berarti peranakan atau keturunan yang dimaknakan sebagai kerabat atau saudara.

Jika diamati, pengertian silaturahmi adalah hubungan dengan saudara ataupun kerabat yang diwarnai dengan berkunjung kepada saudara atau kerabat tersebut untuk menjaga tali persaudaraan atau kekerabatan agar tidak terputus.

Dan yang dimaksud dengan kerabat dapat berupa teman, tentangga ataupun orang lain yang tidak begitu kita kenal. Sedangkan yang dimaksud dengan saudara lebih mengarah kepada keluarga sedarah, sekeyakinan dan seakidah.

Jadi, pada hakikatnya menjalin silaturahmi tidak terikat pada saudara saja tapi juga pada siapa saja yang masuk dalam hidup kita meskipun tidak begitu kenal. Entahkah itu tetangga, teman bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun.

Baca juga :

Pentingnya silaturahmi

Pentingnya silaturahmi

Suatu hari, selesai melaksanakan sholat ‘Idul Fitri. Para sahabat mendengar Rasul mengucapkan Amin sebanyak 3 kali, Amin, Amin, Amin.

Heran para sahabat ini, tidak ada angin, tidak ada hujan kok baginda Rasul mengucap amin sebanyak 3 kali.

Lalu mereka bertanya, ya Rasul ada apa gerangan?… Kenapa sampai mengucap Amin sebanyak tiga kali?…

Apakah kamu tidak tau?….

Tidak tau ya Rasul.

Tadi selesai sholat, turun malaikat jibril menjumpai saya. Lalu Jibril mengatakan “Ya Muhammad, saya ingin berdoa kepada Allah, maukah engkau mengaminkan?…”

Silahkan Jibril.

Berdoalah malaikat Jibril dan Rasul mengaminkan.

Logikanya… Jika sudah malaikat Jibril yang berdoa dan Rasul yang mengaminkan, apa mungkin doanya meleset (tidak dikabulkan)?…

Apa isi doanya?…

3 macam permohonan sehingga Rasul 3 kali mengucapkan Amin.

Permohonan pertama: Anak yang durhaka pada orang tuanya

Anak durhaka

Ya Allah, saya (Jibril) memohon kepada-Mu jangan terima puasa dan ibadahnya anak yang durhaka kepada ibu dan bapaknya”. Dan Rasul mengucapkan Amin yang pertama.

Belum tentu setiap kita adalah orang tua, tapi sudah pasti setiap kita adalah anak. Inilah yang merangsang kita untuk mudik dihari lebaran, sungkem kepada orang tua, silaturahmi kepada orang tua ketika lebaran.

Bapak yang pergi pagi, pulang sore, peras keringan, banting tulang, kepanasan, kehujanan mencari nafkah untuk membesarkan kita.

Ibu yang melahirkan kita antara pilihan hidup dan mati. Sakit, pedih bagai ditarik kulit dari dagingnya, bersatu keringan dan darah hingga dilahirkannya kita.

Setelah sedikit jadi orang, kita sering lupa kacang akan kulitnya.

Sehingga boleh jadi orang bilang, “Kasih ibu sepanjang jalan, Kasih anak sepanjang galah”.

Maka setelah selesai sholat ‘Idul Fitri, hal pertama yang harus kita lakukan adalah silaturahmi kepada orang tua, minta maafnya ibu dan bapak kita.

Biarlah anak itu berkedudukan tinggi, berharta banyak, berpengetahuan luas. Kalau sudah durhaka kepada ibu dan bapak, jurang ajar kepada ibu dan bapak. Di doakan oleh malaikat Jibril dan diaminkan pula oleh Rasul agar puasa dan ibadahnya jangan diterima oleh Allah SWT.

Tidak ada bahagia yang bisa ditegakkan tanpa restu ibu dan bapak. Kehancuran, kebinasaan akan mudah terjadi jika kita mendurhakai ibu dan bapak kita.

Jagalah silaturahmi kepada orang tua, pereratlah hubungan antara kita dengan orang tua, bahagiakanlah mereka dan jadilah seorang anak yang sholah, bermanfaat bagi kedua orang tua, baik dikala orang tua masih hidup maupun dikala sudah tiada.

Permohonan kedua: Istri yang durhaka pada suaminya

Istri durhaka

Ya Allah, jangan terima puasa dan ibadahnya istri yang durhaka pada suaminya”.

Perempuan mungkin bertanya-tanya, jika suami yang durhaka pada istrinya bagaimana?…

Masalahnya bukan terletak pada kedurhakaannya, tapi terletak pada tanggung jawab. Suami itu pemimpin dan istri yang dipimpin. Dan pemimpinlah yang akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.

Bukan istri tapi suami yang akan diminta pertanggung jawaban rumah tangganya.

Istri dituntut wajib taat, seorang istri yang durhaka pada suaminya maka puasa dan amal ibadahnya tidak akan diterima Allah SWT.

Bagaimanapun keadaan suaminya, seorang istri wajib taat kecuali suaminya memerintahkan untuk mendurhakai Allah. Tapi diluar itu semua, istri wajib patuh dan taat terhadap perintah suaminya, apapun itu.

Maka setelah sholat ‘Idul Fitri, segeralah istri bersimpuh dan meminta maaf kepada suami.

Bahwa dalam berumah tangga kita memang sering punya kekhilafan, kekurangan masing-masinglah kita dan begitulah rumah tangga.

Dan disitulah Al-Qur’an berpesan “Suami dan istri ibarat pakaian”. Jika pakaian:

A, Harus menjadi kebanggaan

Kita bangga memakai pakai peci, bangga pakai sarung, bangga pakai batik. Suami adalah kebanggaan istrinya dan istrinya adalah kebanggaan suaminya.

B, Harus menutup aurat

Fungsi utama pakaian adalah menutup aurat, jika suami istri seperti pakaian maka suami istri harus saling menutupi kekurangan satu sama lain.

Terkadang suami punya khilaf dan salah, maka istri harus pandai-pandai untuk menutupi kesalahan dan kekurangan suami.

Dan begitu juga jika istri yang punya khilaf dan salah, suami harus pandai-pandai menutupi kesalahan dan kekurangan istri.

Bukan justru malah mengumbar-umbar kekurangan pasangan.

Dan yang terbaik adalah orang yang pertama meminta maaf dan memberi maaf dengan ikhlas.

Permohonan ketiga: Sesama muslim yang bermusuhan

Sesama muslim

Ya Allah jangan terima puasa dan ibadahnya muslim yang tidak mau memaafkan sesama saudaranya muslim”.

Memaafkan lebih berat dari pada meminta maaf, tapi memberi maaf lebih mulia dari pada meminta maaf.

Jika sesama muslim bertemu, yang terbaik adalah yang lebih dulu memberi salam. Yang terbaik adalah yang lebih dulu meminta dan memberi maaf.

Dengan ibada Ramadha, kita berharap baik hubungan kita dengan Allah SWT. Dengan ‘Idul Fitri, kita melakukan silaturahmi, saling bermaaf-maafan, saling berhalal bihalal.

Halal bihalal ini bahasa Arab yang di Arab sendiri tidak digunakan “Halalun Bihalalin”. Ini bukan tradisi orang Arab, bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia yang di Arabkan.

Halal dengan Halal, maksudnya apa?…

Kemarin berbuat salah, tolong dimaafkan. Halal bihalal adalah gambaran dari saling maaf dan memaafkan.

Pada bulan suci Ramadhan kita berupaya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, maka dengan silaturahmi ‘Idul Fitri kita memperbaiki hubungan antar sesama manusia.

Sengaja atau tidak, terpaksa atau terbiasa, kecil atau besar, setiap kita tentu memiliki kesalahan, baik kepada Allah ataupun kesesama manusia oleh karena itu hendaklah kita selalu memperbanyak Istighfar dan memintah maaf kepada orang-orang terdekat kita.

Oleh karena itu, orang-orang sufi mengajarkan kita “Tidak ada dosa kecil yang ditumpuk terus-menerus dan tidak ada dosa besar yang digempur dengan Istighfar”.

Sebesar apapun dosa kita, jika digempur dengan Istighfar maka luluh dan hancur juga dosa tersebut.

Dan sekecil apapun dosa tersebut, jika kita tumpuk tiap hari maka akan menggunung juga lama-lama.

Inilah saatnya, kita saling memaafkan diantara sesama kita. Agar baik hubungan kita dengan Allah dan agar baik pula hubungan kita sesama manusia.

Ibadah kita tidak rusak dan kita tidak termasuk orang yang bangkrut di akhirat kelak karena kita pandai menjaga hubungan silaturahmi.

Bahkan Rasul mengajarkan kita “Bersilaturahmilah kau kepada orang marah denganmu sekalipun”.

Orang marah kepada kita, tapi kita tetap menjaga tali silaturahmi kepadanya maka kita akan mendapatkan bonus lebih dari pada yang lain.

Jika kita baik kepada kita, maka itu biasa saja karena sudah sewajarnya.

Tapi jika kita baik kepada orang yang jahat kepada kita, maka itu akan menjadi nilai tambah untuk kita.

Apa lagi dengan mengiri silaturahmi dengan sedekah pada orang yang pelit kepada kita, maka yang demikian dapat merubah sifat pelitnya menjadi luluh hingga menjadi orang yang lebih royal kepada kita.

Semoga artikel Pengertian Silaturahmi Adalah?…Pentingnya bersilaturahmi” ini bermanfaat bagi pembaca dan terkhusus diri saya pribadi.

Dan marilah kita menjaga tali silaturahmi kepada sesama saudara, teman dan orang-orang disekitar kita. Termasuk antara kita selaku penulis dan pembaca.

Silahkan bagikan artikel ini ke akun sosial mediamu. Terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here