Pengertian Taqwa Adalah?… Cara Meningkatkan Ketaqwaan

343

Pengertian taqwa adalah

Pengertian Taqwa Adalah?… Cara Meningkatkan Ketaqwaan – Salah satu misi islam yang penting adalah membebaskan manusia dari ras diskriminasi, mengikat manusia dengan ikatan akidah.

Bahwa dari manapun orang datang, apapun warna kulitnya dan dari suku apapun ia dilahirkan, jika akidahnya sama maka itulah saudara kita.

Ketika sholat berjamaah di masjid atau mushola, kita dan yang lain mungkin berasal dari daerah yang berbeda. Ada yang dari Jakarta, Medan, Stabat, Binjai dan lain sebagainya. Tapi kita merasa adalah satu. Apa yang mengikat kita?…

Akidah… Ternyata ikatan akidah itu jauh lebih kuat dari pada ikatan pertemanan ataupun persaudaraan sekalipun.

Islam membebaskan manusia dari ras diskriminasi dan Rasul mengajarkan kepada kita  “Allah itu tidak melihat potonganmu, Allah tidak melihat hartamu, yang Allah lihat adalah hatimu dan amal perbuatanmu”.

Dan yang menyebabkan manusia yang satu lebih tinggi derajatnya dari pada yang lain adalah ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an yang berarti “Yang paling mulia diantara kamu dalam pandangan Allah adalah yang paling bertaqwa kepada-Nya”.

Kita tau, hewan saja harganya tidak sama bukan?…

Sapi yang paling mahal adalah sapi yang badannya paling gemuk, karena harga sapi terletak pada dagingnya.

Tapi ada burung perkutut yang harganya lebih mahal dari sapi, padahal perkutut dagingnya sedikit sekali. Kenapa bisa terjadi?…

Karena harga perkutut tidak terletak pada dagingnya melainkan pada suaranya. Lalu dimana harga manusia?…

Yang peling gemuk?… Boleh saingan sama sapi.

Pada suaranya?… Tentu tidak.

Allah maha benar “Yang paling mulia diantara kamu dalam pandangan Allah adalah yang paling bertaqwa kepada-Nya”. Lantas, apa pengertian taqwa dan bagaimana cara meningkatkan ketaqwaan kita?…

Baca juga :

Pengertian taqwa

Pengertian Taqwa Menurut para ahli

Setiap khutbah jum’at, pasti khatib selalu mengajak kita untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Setiap jum’at ajakan tersebut salalu diulang-ulang dan begitu seterusnya.

Hal ini menunjukkan bahwa taqwa adalah hal yang sangat penting sekali hingga kita tidak boleh lalai dari ketaqwaan itu walaupun hanya sebentar.

Lantas apa itu taqwa?…

Ada beberapa pendapat tentang pengertian taqwa sebagai berikut:

  • Taqwa adalah patuh, dimana seseorang yang bertaqwa maka orang tersebut akan patuh pada perintah Allah.
  • Taqwa adalah taat, dimana seseorang yang bertaqwa akan selalu taat dengan perintah Allah, baik yang disukai ataupun yang tidak disukai.
  • Taqwa adalah kemampuan dalam mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Jika kita amati dari 3 pengertian taqwa diatas, dapat kita simpulkan bahwa pengertian taqwa adalah upaya untuk taat dan patuh dalam mengerjakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ketaqwaan itu sendiri terletak pada upayanya, bukan pada hasil dari ibadahnya. Karena pada dasarnya, manusia hanya mampu berupaya semaksimal mungkin dan perkara hasil dari upaya tersebut bergantung pada Allah SWT.

Hanya saja, orang yang bertaqwa akan terlihat dari upayanya dalam menjalankan perintah Allah seperti sholat, puasa, zakat, haji, menuntut ilmu dan lain sebagainya.

Untuk memudahkan pemahaman tengan pengertian taqwa ini, saya akan memberikan contoh tentang menuntut ilmu.

Kita tau, kalau menuntut ilmu itu wajib. Dan salah satu ilmu harus kita pelajari adalah ilmu tajwid (ilmu untuk membaca Al-Qur’an).

Orang yang bertaqwa bukanlah orang yang pandai membaca Al-Qur’an melainkan orang yang mengerjakan perintah Allah untuk belajar membaca Al-Qur’an yaitu ilmu tajwid.

Jika sekarang ini kita sudah mulai belajar ilmu tajwid tersebut, maka kita sudah termasuk orang yang berupaya menjalankan perintah Allah dan tergolong orang yang tertaqwa meskipun kita belum pandai dan belum menguasai ilmu tajwid tersebut.

Jika kita membaca Al-Fatihah ketika sholat dan bacaan tersebut masih salah, maka Allah akan mengampuni kesalahan tersebut karena kita sudah berupaya belajar semampu kita.

Hanya saja, belajar itu tidak cukup sekali atau dua kali. Kita harus mengulang-ulang dan mempelajari ilmu-ilmu agama yang lain hingga ahkir hayat kita.

Dan setiap orang yang belajar, tentu Allah akan memberikan pemahaman dari upaya tersebut sehingga kita mampu menguasai ilmu tajwid dan bisa membaca Al-Qur’an dengan fasih.

Orang bertaqwa adalah orang yang berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Cara meningkatkan ketaqwaan

Puasa meningkatkan ketaqwaan

Lantas bagaimana cara kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, jawabannya adalah Berpuasa.

Tujuan kita semua diperintahkan melaksanakan ibadah puasa ada pada dipenghujung ayat 183 Al-Baqarah.

La’allakum Tattakun”, agar dengan puasa yang kita kerjakan itu, kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Jadi,,, puasa yang benar harus mengantarkan pelaksananya mencapai maqom, mencapai tingkatan yang disebut ketaqwaan itu tadi.

Dengan kata lain, 1 bulan Ramadhan menjadi modal untuk menghadapi modal 11 bulan sesudahnya.

Seorang petinju, ketika memasuki arena dan berlatih tinju maka setelah keluar arena maka tinjunya akan semakin bagus.

Seorang petenis, ketika memasuki lapangan tenis dan berlatih maka setelah keluar lapangan tenisnya akan semakin bagus.

Nah… Begitulah hal dengan Ramadhan. Ketika memasuki bulan suci Ramadha dan kita berpuasa seraya melatih ketaqwaan diri dengan menahan segala hawa nafsu yang dilarang maka selesai Ramadhan ketaqwaan kita akan semakin baik.

Tapi ada banyak orang yang justru keliru dalam mengartikan dan mewarnai Ramadhan. Selesai Ramadhan selesai pulalah taqwa itu.

  • Ketika Ramadhan menutup aurat, selesai Ramadhan buka-bukaan.
  • Ketika Ramadhan rajin ngaji dan tadarusan, selesai Ramadhan malah sibuk karokean.
  • Ketika Ramadhan sibuk beramal, selesai Ramadhan sibuk nimbun harta.
  • Ketika Ramadhan sibuk menghafal, selesai Ramadhan malah sibuk yang lain.

Jika kita berpuasa pada bulan suci Ramadhan dan setelah selesai bulan Ramadhan tidak meningkatkan ketaqawaan kita. Maka introspeksi puasa yang sudah kita lakukan.

  • Apakah puasa tersebut sudah sesuai dengan syarat dan rukunnya?…
  • Apakah puasa tersebut didasari dengan niat yang tulus?…
  • Apakah kita sudah mewarnai puasa tersebut dengan berbagai hal yang diperintah Allah SWT?…
  • Atau kita berpuasa hanya sekedar melepas kewajiban?…

Bukan untuk beribadah kepada Allah. Perbaiki puasa kita hingga meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT agar 1 bulan yang kita jalani dapat menjadi modal untuk 11 bulan yang akan datang.

Perbanyaklah ibadah puasa, baik puasa wajib maupun sunnah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Semoga artikel “Pengertian Taqwa Adalah?… Cara Meningkatkan Ketaqwaan” ini bermanfaat dan dapat meningkatkan ketaqwaan kita dari sejak dini.

Marilah sama-sama kita mempelajari berbagai ilmu agama dan mengamalkan ilmu tersebut secara perlahan-lahan. Dan mulailah dari berpuasa.

Terima kasih dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here