Berhati-hatilah 6 Perkara Perusak Amal Ibadah

228

Berhati-hatilah.. 6 Perkara Perusak Amal Ibadah

Berhati-hatilah Dari 6 Perkara Perusak Amal Ibadah – Sejauh ini kita sudah mengisi waktu dengan berbagai kegiatan ibadah sejak mulai dari ibada badan, ibadah harta hingga ibadah hati seperti zikir dan ingat Allah SWT.

Walaupun sudah banyak melakukan ibadah, kita tetap harus melakukan Muhasabah, karena pada dasarnya ibada adalah satu dari keseluruhan yang bisa saja dirusak oleh perkara lain diluar ibada itu sendiri.

Pada pertemuan kali ini, kita akan mengupas tentang perkara perusak amal ibadah yang perlu kita waspadai.

Ada 6 perkara yang dapat merusak sebuah amal ibadah. 6 perkara tersebut dapat merusak sholat kita, puasa kita, zakat kita, haji kita, sedakah dan merusak pahala lainnya.

Kita sudah melakukan seluruh perintah Allah dan beranggapan amal kita sudah banyak. Tau-tau amal tersebut dirusak oleh hal lain yang ada pada diri kita sendiri.

Apa 6 perkara yang dapat merusak aman tersebut?…

6 Perkara Perusak Amal Ibadah

6 Perkara perusak amal

Perusak Amal Ibadah 1: Mencari aib orang lain

Sekarang ini, mencari dan membicarakan aib orang lain di tengah orang banyak bukan lagi hal yang tabu. Dikorek, dicari aib orang lain dan kemudian berakhir dengan fitnah dan begitu seterusnya.

Dan hal ini dapat merusak amal yang sudah kita perbuat. Kita terlalu sibuk dengan aib dan kekurangan orang lain hingga kita lupa dan lalai dengan kekurangan diri sendiri.

Bukahkan Nabi pernah mengajarkan kepada kita dalam hadis Beliau:

Yang artinya: “Beruntunglah orang yang dipenuhi dengan berbagai kekurangan dan ia sibuk dengan kekurangannya hingga ia lupa terhadap aib orang lain”.

Dan begitu sebaliknya, celakalah seseorang jika waktunya habis untuk mencari aib dan kekurangan orang lain dan melupakan aib dan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Dalam dunia jurnalistik ada ungkapan “Bad News is the Good News” artinya berita jelek dan buruk itulah berita bagus yang banyak digemari. Berita bagus dan baik dipandang biasa-biasa saja.

Berita buruk yang dikemas sedemikian rupa akan menimbulkan penasaran, rasa ingin tau, sehingga membuat orang tertarik untuk membacanya.

Coba kita perhatikan, hampir setiap hari di televisi kita disajikan dengan berbagai informasi yang mengungkap aib orang lain. Yang lama-kelamaan kita menjadi budaya kita sehingga membuat yang tabu tidak lagi menjadi tabu untuk diperbincangkan.

Hal-hal yang sebenarnya memalukan sudah tidak dianggap memalukan sementara sedikit sekali contoh dan pelajaran baik yang dapat diambil dari tontonan tersebut.

Dari pada sibuk memcari dan mengorek aib orang lain, sebaiknya kita fokus untuk memperbaiki diri yang penuh kekurangan ini.

Baca juga :

Perusak Amal Ibadah 2: Orang yang keras hatinya

Orang yang keras hatinya adalah orang yang tidak mau menerima kebenaran.

Pada dasarnya, kebenaran tidak selamanya manis dan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Adakala dimana kebenaran tersebut bertentangan dengan kehendak kita.

Dan disinilah peran agama menyangkut hati, apakah kita dapat menerima kebenaran atau kita malah menentang kebenaran tersebut dengan hati yang keras.

Ketika kita tidak mau menerima kebenaran maka akan timbul perasaan kitalah orang yang paling benar.

Benar adalah baik, tapi merasa benar itu tidak baik.

Jika kita amati dilingkungan sekitar kita, ada banyak sekali orang yang merasa selalu benar hingga mengklaim bahwa ia adalah pemilik kebenaran dan yang lain salah sehingga ia terjerumus pada sifat keras hati.

Hati adalah raja dari kerajaan tubuh kita, sementara tubuh hanya prajurit yang mengikuti perintah raja yaitu hati.

  • Tangan mengambil sesuai perintah hati.
  • Kaki melangkah sesuai perintah hati.
  • Mata melihat, melihat kehendak hati.
  • Lidah berucap, apa yang diingkan hati. Dan begitu seterusnya.

Baik hati, maka baik pulalah badan. Dan jika rusak hati maka rusak pulalah anggota badan yang lain.

Beruntunglah orang yang diberi hati yang lembut dan cepat menerima kebenaran.

Perusak Amal Ibadah 3: Terlalu cinta dunia

Cinta dunia adalah mencintai segala sesuatu yang ada didunia seperti harta, jabatan, anak, istri dan lain sebagainya.

Pada dasarnya cinta dunia tidak salah selama cinta tersebut tidak membuat kita lalai dan melupakan pada kehidupan akhirat.

Tapi jika terlalu cinta dunia sehingga ia berurat dan berakar dalam hati dan kita sulit melepaskannya maka perasaan cinta tersebut dapat merusak amal.

SEBAB APA?…

Jika cinta dunia yang berlebihan maka seseorang akan cendrung menghalalkan segala cara untuk memenuhi cinta tersebut.

  • Orang yang terlalu cinta dengan jabatan tidak akan segan-segan menyuap agar naik jabatan.
  • Orang yang terlalu cinta harta akan menghalalkan segala cara untuk menumpuk-numpuk hartanya dan enggan membagi harta kepada yang membutuhkan.
  • Orang yang terlalu cinta anak dan istri akan melakukan segala cara untuk memenuhi keinginan mereka meskipun dengan cara yang salah. Dan begitu seterusnya.

Dan pada akhirnya, rasa cinta dunia yang berlebihan tersebut bukan malah berdampak baik. Justru dapat merusak diri sendiri. Cepat atau lambat apa yang kita cintai akan meninggalkan kita.

Kita beranggapan dunia adalah urusan yang sekarang dan akhirat adalah urusan yang kemudian. Padahal urusan yang kemudian di tentukan apa yang kita lakukan sekarang.

Jika ingin senang di kemudian hari, maka perbaiki diri dari sekarang. Cinta dunia tidaklah salah selama cinta tersebut tidak berlebihan.

Perusak Amal Ibadah 4: Sedikit rasa malu

Malu adalah sebagian dari iman, tidak memiliki rasa malu berarti kurang syarat keimanan.

Banyak orang yang salah paham dalam mengartikan malu. Banyak orang yang malu jika terlihat susah, malu menggunakan pakaian yang jelek, malu dengan kendaraan butut dan seterusnya.

Malu yang banyak terlintas dipikiran kita bukanlah malu yang sebenarnya, malu yang sebenarnya adalah malu jika berbuat dosa.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita cendrung melakukan perbuatan yang tidak baik karena menuruti rasa malu yang salah tersebut, sehingga rasa malu tersebut berubah menjadi gengsi.

Dan jika keliru memahami makna malu maka kita akan cendrung mengabaikan rasa malu yang sesungguhnya.

Coba kita perhatikan, berapa banyak pesta pernikahan yang terjadi di sekitar rumah kita. Dan bagaimana pesta pernikahan tersebut apakah sesuai dengan perintah agama atau malah sebaliknya.

Banyak kita jumpai, orang yang kita anggap rajin ibadan dan paham agama malah memestakan anaknya dengan berbagai hiburan yang tidak semestinya. Dan kadang kala, sang anak sudah hamil duluan sebelum menikah.

Hal ini sangat memalukan dan memilukan.

Kehamilan yang menjadi aib dan seharusnya ditutupi, malah diumbar melalui pesta pernikahan dan diiringi dengan hiburan yang tercela.

Hal ini menunjukkan bahwa ia keliru memahami makna malu yang sebenarnya dan rasa malunya setipis kulit ari.

Malu yang sesungguhnya adalah malu kepada Allah SWT bukan malu kepada manusia.

Perusak Amal Ibadah 5: Terlalu panjang angan-angan

Panjang angan-angan atau cita-cita tidak salah selama kita berpijak pada realita.

TAPI… Terlalu panjang angan-angan dan cita-cita hingga membuat kita jadi tukang lamun kelas kakap yang kerjanya hanya mengumpulkan “Andai kata, Jikalau, Umpama dan Misalnya” adalah salah.

Orang yang terlalu tinggi angan-angan dan cita-cita maka ia akan cendrung menghalalkan segala cara untuk menggapai angan dan cita tersebut meskipun bertentangan dengan perintah agama.

Coba Kita Perhatikan

  • Berapa banyak orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi seorang polisi atau tentara maka ia rela menyuap agar anaknya tersebut dapat menjadi polisi atau tentara.
  • Berapa banyak orang yang ingin menjadi sarjana dan rela menyogok agar mendapatkan title sarjana.
  • Dan berapa banyak orang yang ingin menjadi PNS agar dipandang terhormat dan rela menghalalkan segala cara agar lolos CPNS.

Angan-angan itu baik tapi hanya sebatas motivasi diri agar bekerja lebih keras dan tidak menghalalkan segala cara.

Perusak Amal Ibadah 6: Perbuatan zholim yang tidak dihentikan

Tidak ada manusia yang sempurna, setiap kita sudah pasti pernah melakukan kesalahan. Tapi jika kesalahan tersebut dilakukan berulang-ulang maka akan dapat merusak amal perbuatan kita.

Orang yang baik pada hakikatnya bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang terbaik adalah orang yang selalu memperbaiki diri dari kesalahannya. Baik kesalahan kecil atau besar.

Perbanyak amal dan hentikan kebiasaan buruk yang dapat mengundang dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar.

Kesimpulan

Kita melakukan ibadah tentu berharap ibadah tersebut membawakan hasil pahala yang dapat membawa kita ke syurga kelak.

Tapi ada hal lain yang dapat merusak pahala dari amal yang kita kerjakan. Dan hendaknya kita menjaga diri dari hal tersebut agar apa yang kita kerjakan sekarang membuahkan hasil pada masa mendatang.

Adapun 6 perkara tersebut:

  • Mencari aib orang lain
  • Orang yang keras hatinya
  • Terlalu cinta dunia
  • Sedikit rasa malu
  • Terlalu panjang angan-angan
  • Perbuatan zholim yang tidak dihentikan

Beramallah dan perbaiki diri dan hindari 6 perkara tersebut.

Semoga artikel”Berhati-hatilah 6 Perkara Perusak Amal Ibadah” ini bermanfaat bagi seluruh para pembaca sekalian.

Terima kasih atas kunjungannya dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here