Perlindungan Allah!… 7 Golongan Yang Mendapatkan Naungan Allah

134

Perlindungan Allah!... 7 Golongan Yang Mendapatkan Naungan Allah

Perlindungan Allah!… 7 Golongan Yang Mendapatkan Naungan Allah – Salah satu dari rukun iman yang enam adalah mempercayai dan meyakini bahwa adanya hari akhir atau kiamat.

Saat dimana alam ini hancur sehancur-hancurnya, bumi gempat, gunung-gunung metelus, angin topan bertiup, air laut tumpah ke darat dan semua yang hidup lalu mati.

Dan akan ada hari kebangkitan dimana semua orang akan diminta pertanggung jawaban atas seluruh perbuatan selama hidupnya.

Pada masa perhitungan (dipadang mahsyar) kelak semua orang akan sibuk dengan persoalannya masing-masing.

Boleh jadi saudara tidak lagi mengingat saudaranya, seorang anak tidak lagi mengingat orang tuanya, suami tidak bisa lagi membantu istrinya dan seterusnya.

Karena semua orang sibuk dengan persoalannya sendiri-sendiri dan khawatir atas perbuatan selama hidupnya.

Dikala itulah, itulah pentingnya perlindungan Allah.

Nanti dipadang mahsyar, dikala semua orang panik, dikala semua orang bingung, dikala semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing tapi ada 7 golongan manusia yang tenang-tenang saja.

  • Orang lain kepanasan, mereka tidak.
  • Orang lain panik, mereka ayem-ayem saja.
  • Orang lain bingung, resah dan gelisah, mereka tanang dan senyum.

Tidak ada kekhawatiran, tidak ada kepanikan, tidak ada rasa gelisah dan jauh dari rasa ketakutan.

Tau Kenapa?…

Karena mereka langsung mendapatkan perlindungan Allah SWT. Sebab Apa?…

Karena selama hidupnya mereka menjadi pelindung bagi orang lain sehingga Allah SWT juga melindungi mereka dikala mereka kesusahan.

Baca juga :

Golongan Yang Mendapatkan Perlindungan Allah

Golongan Yang Mendapatkan Perlindungan Allah

Perlindungan Allah 1: Kepada Imamun ‘adil

Imamun ‘adil atau pemimpin yang adil, pemimpin yang menaungi dan melindungi orang banyak maka wajar ia naungi dan dilindungi Allah pada akhir zaman.

Sekarang ini bisa kita rasakan:

  • Kita banyak mempunyai penguasa tapi sedikit mempunyai pemimpin.
  • Kita banyak politisi, tapi sedikit negarawan.
  • Kita banyak mempunyai karyawan seni tapi sedikit sekali mempunyai seniman.

Lantas, sebenarnya siapa pemimpin itu?…

Setiap kita pada hakikatnya adalah pemimpin, baik pemimpin diri sendiri, keluarga, organisasi atau pemimpin pemerintahan.

Dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang ia pimpin selama hidupnya.

Pemimpin yang adil, baik pemimpin diri, keluarga, organisasi ataupun pemerintahan maka ia akan mendapatkan perlindungan langsung dari Allah.

  • Memimpin adalah jalan menderita.
  • Pemimpin suatu umat adalah pelayan bagi umat tersebut.
  • Pemimpin rakyat adalah pelayan bagi rakyat tersebut.

Tapi pada kenyataannya sering terbalik, pemimpin rakyat malah hidupnya dilayani rakyat, biaya hidupnya dari uang rakyat dan segala kemewahannya berasal dari uang pajak rakyat.

Semoga kedepannya dinegara kita banyak lahir pemimpin-pemimpin adil yang takut kepada Allah SWT dan sayang kepada kita sebagai rakyat yang dipimpinnya.

Perlindungan Allah 2: Kepada Anak muda rajin ibadah

Dijelaskan anak muda yang rajin ibadah, lantas kenapa tidak orang tua yang rajin ibadah?…

Kondisi psikis.

“Itana wayahna” kata orang Jawa Barat. “Laruik Sanjo” kata orang Sumatera Barat, memang sudah seharusnya orang tua rajin ibadah karena hari sudah senja.

Jika sudah tua tapi tidak rajin ibadah, lantas kapan lagi coba.

Tapi dengan anak muda yang rajin ibadah, darahnya mengalir dengan panas, dibenaknya terdapat sejuta keinginan bersemi dan semuanya bisa ia salurkan dalam bentuk ibadah maka anak muda yang seperti inilah yang akan mendapatkan perlindungan Allah dipadang mahsyar kelak.

Jadilah pemuda pembela agama dengan semangat bekerja dan mengoptimalkan ibadah.

Perlindungan Allah 3: Kepada orang yang hatinya terpaut pada masjid

Seseorang yang hatinya terpaut kepada masjid, berfikir bagaimana memakmurkan masjid karena masjid adalah pusat kegiatan ummat.

Ummat islam dengan masjid seperti ikan dengan kolam air yang tidak boleh berpisah. Jika ikan sudah menjauhi air maka itu berarti ikan tersebut hendak mati.

Dari masjidlah baginda Rasulullah SAW mengajar ummat, dimasjidlah beliau bermusyawarah, dimasjid beliau mengatur strategi berbangsa dan bernegara.

Masjid di Negara kita seperti raksasa tidur, kita pandai membangunnya tapi tidak pandai memanage (mengaturnya) sehingga masjid menjadi tempat yang menarik tapi sepi dari nilai-nilai ibadah.

Seharusnya masjid dapat menjadi pusat perhatian ummat, masjid diisi dengan berbagai program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dan orang yang hatinya selalu terpaut pada masjid,berfikir bagaimana memakmurkan masjid, berfikir bagaimana menghidupkan masjid dan seterusnya maka ia akan mendapatkan perlindungan dari Allah secara langsung di padang mahsyar kelak.

Bangunlah masjid senyaman mungkin, agar jamaah semakin suka berada dimasjid dan isilah masjid dengan program-program dan pengajian untuk menambah ilmu dan iman.

Perlindungan Allah 4: Kepada Persaudaraan karena Allah

Dua orang yang bersaudara, bertemu karena Allah dan berpisahpun karena Allah. Tidak mungkin 2 orang yang beriman bertemu ditempat maksiat dan munkarat.

Bertemu di jalan Allah, kau dijalan Allah maka kau saudara saya tapi jika kau keluar dari jalan Allah maka sampai disini saja persamaan kita.

Jangan sampai karena pertemanan malah mengorbankan keyakinan dan akidah.

Terkadang banyak bujuk rayu teman yang malah menjerumuskan kita kedalam dosa, mereka mengajak kita untuk berbuat maksiat. Tawaran merekapun terkadang sulit untuk ditolak karena rasa segan dalam pertemanan.

Misalnya saja seorang peminum minuman keras, sering kita jumpai ketika pesta pernikahan mereka mengajak kita untuk meminum minuman keras tersebut.

“Udahlah minum saja, menghargai teman yang sedang berbahagia. Cuma sekali ini saja, seteguk dua teguk tidak akan membuat mabuk”.

Terkadang bujukan mereka membawa-bawa nama teman, dan jika kita menjumpai kondisi yang seperti ini maka kita harus dengan tegas menolak ajakan teman tersebut.

Bersaudara karena Allah dan berpisah karena Allah.

Baca juga :

Perlindungan Allah 5: Kepada Orang yang menyembunyikan sedekahnya

Seseorang yang bersedekah dan ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kiri tidak tau apa yang diberikan tangan kanan dan begitupun sebaliknya tangan kanan tidak tau apa yang diberikan tangan kiri.

Maka orang tersebut akan mendapatkan perlindungan dari Allah.

Ada 2 hal yang baik disembunyikan yaitu:

  1. Sedekah
  2. Musibah

Biarlah musibah kita tanggung sendiri, kepahitan kita tanggung sendiri dan kesenangan kita bagikan kepada orang lain.

Tapi terkadang kita terbalik, jika sudah susah terkadang kita mengeluh dan dibeberkan kepada semua orang agar mendapatkan belas kasihan tapi jika sudah senang maka diam-diam agar kesenangan tersebut tidak dibagi kepada orang lain.

Menyembunyikan sedekah dan menyembunyikan musibah itu dianjurkan oleh Nabi. Orang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya berarti ia bersedekah dengan ikhlas. Tidak ria, melainkan tulus karena Allah.

Perlindungan Allah 6: Kepada Orang yang bergelinang air mata ketika mengingat Allah

Seseorang yang mengingat Allah dalam kesunyian lalu bergelinang air mata maka ia akan mendapatkan perlindungan Allah dipadang mahsyar kelak.

Terkadang selama hidup kita banyak melakukan berbagai jenis kemaksiatan, entah itu maksiat yang ringan ataupun yang berat hingga merugikan orang lain.

Dan ketika hidayah menghampiri, timbul rasa penyesalan yang mendalam.

Bersujud ditengah malam, sholat, berzikir dan mengingat dosa yang pernah dilakukan. Sungguh Allah Maha Pengampun segala dosa.

Melihat kenyataan bahwa segala sesuatu merupakan nikmat Allah, sungguh kita tidak akan dapat menghitungnya meskipun air laut kering untuk menjadi tinta dan ranting habis sebagai pena untuk menulis nikmat tersebut.

Kendatipun demikian, nikmat tersebut masih bisa kita rasakan meskipun diri berlumur dosa.

Mengingat seluruh dosa dan nikmat Allah yang begitu banyaknya, memjadi renungan yang menyentuh jiwa hingga meneteskan air mata.

Perlindungan Allah 7: Kepada Pria bermoral

Ketika seorang pria diajak berselingkuh oleh wanita cantik, seorang perjaka di ajak berzina, seorang pria yang sudah menikah sudah dibujuk mendua dan ia dengan tegas menolak ajakan tersebut maka ia akan mendapatkan pertolongan Allah dipadang mahsyar.

Perasaan cinta dan nafsu sudah menjadi tabiat manusia pada umumnya, tapi berbuat untuk memperturutkan cinta dan nafsu tersebut hingga menjerumuskan kedalam dosa adalah sebuah kesalahan.

Sebagaimana kisah nabi Yusuf, dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa nabi Yusuf sebenarnya juga cinta dan tertarik kepada Zulaika.

Tapi nabi Yusuf mempertimbangkan perbuatan tersebut apakah dosa atau tidak, baik atau tidak sehingga ia lebih memilih dipenjara dari pada harus berdosa.

Contoh lain, ketika seorang pria mencintai seorang wanita yang sudah mempunyai suami, rasa cinta tersebut Tidak Salah karena cinta datang dengan sendirinya.

Tapi Perbuatan yang berawal dari mencari sosial media si wanita, berteman, dan mulai berbincang yang pada akhirnya berujung dosa adalah perbuatan yang dilarang.

Cinta tidak dilarang, tapi perbuatan menuruti nafsu cintalah yang dilarang.

Jika mendapati ajakan yang mengatasnamakan cinta, jika sesuai anjuran agama maka terimalah. Tapi jika bertentangan dengan kaidah agama maka tolaklah dengan tegas.

Kesimpulan

Perlindungan Allah diberikan kepada siapa saja yang melakukan 7 hal diatas.

Apa yang kita kerjakan sekarang, sangat menentukan kehidupan di akhir zaman. Jika hendak bahagia dan mendapatkan perlindungan Allah maka jadilah imam yang adil, remaja yang rajin ibadah, makmurkan masjid, berinfaq dan sedekah, renungkan nikmat Allah dan jadilan pria bermoral.

Demikianlah artikel “Perlindungan Allah!… 7 Golongan Yang Mendapatkan Naungan Allah”, semoga bermanfaat bagi seluruh para pembaca dan diri saya pribadi.

Terima kasih atas kunjungannya dan salam pelajar.

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here