9 Alasan Kenapa Sekolah Tidak Penting Lagi SEKARANG INI

85

Alasan Kenapa Sekolah Tidak Penting

Sekolah itu penting, dan saya setuju akan hal itu.

Tapi,,,, pada kenyataannya sangat berbeda, ada kalanya sekolah tidak penting ketika kita dihadapkan dengan kondisi tertentu.

  1. Sekolah tapi tidak belajar
  2. Dipaksa menguasai semua bidang
  3. Tidak diajar tenaga ahli
  4. Sekolah tidak tegas
  5. Gaji guru kecil
  6. Teori tapi tidak praktek
  7. Guru tidak memberi contoh yang baik
  8. Cuma cari ijazah
  9. Stress

Alasan sekolah tidak penting

1, Sekolah tidak penting karena sekolah tapi tidak belajar

Tujuan utama sekolah adalah belajar, dan tujuan belajar agar kita pintar.

Lantas,,, jika kita sekolah tapi malas belajar sehingga kita lulus tapi tidak pintar. Apa tanggapan anda?…

Masihkan sekolah itu penting?…

Perlu kita ketahui, yang penting itu bukan sekolah melainkan BELAJAR.

Jadi jika kita bersekolah tapi kita tidak naik kelas, ya biar saja. Yang penting selama bersekolah itu kita BELAJAR.

2, Sekolah tidak penting karena memaksa menguasai semua bidang

Dan disekolah kita dihadapkan dengan berbagai jenis mata pelajaran seperti:

  • Matematika
  • Bahasa inggris
  • Seni
  • Olah raga
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi
  • Sosial dan lain sebagainya.

Apakah kita harus menguasai semuanya?…

TIDAK… Kita tidak harus menguasai semuanya, tapi kita harus memilih salah satu dari mata pelajaran itu yang kita sukai untuk kita pelajari lebih dalam.

Jika kamu suka seni, maka kamu harus mempelajari tentang seni secara mendalam. Untuk mata pelajaran yang lain, cukup belajar seala kadarnya saja.

Tapi bagaimana jika nilai seni tinggi tapi nilai yang lain anjlok?…

TIDAK MASALAH

Coba kamu tanya guru bahasa inggris kamu, apakah mereka menguasai seluruh mata pelajaran atau hanya beberapa mata pelajaran saja?…

  • Apakah guru seni juga menguasai ilmu-ilmu olah raga?…
  • Apakah guru agama menguasai ilmu-ilmu fisika?…
  • Apakah guru matematikan menguasai ilmu agama?…

Tentu tidak bukan…

Jika guru saja tidak mampu menguasai semua bidang ilmu pengetahuan. Lantas kenapa kita harus dipaksa menguasai semua mata pelajaran. Artinya apa?…

Kita tidak harus menguasai semua mata pelajaran, cukup pilih salah satu dan pelajari dengan sungguh-sungguh mata pelajaran tersebut.

Jika terlalu memaksakan diri, yang ada kita malah HANK dan dari pada HANK lebih baik tidak sekolah.

Pesan saya untuk para guru dan orang tua, jangan pernah memaksa kami untuk menguasai semua bidang.

Silahkan saja memberikan pengajaran yang sebagaimana mestinya, tapi jangan mamaksa agar kami pintar dibidang tersebut. Karena belum tentu bidang itu yang cocok dengan diri kami.

3, Sekolah tidak penting karena tidak diajar tenaga ahli

Jika kita sekolah tapi tidak ajar oleh tenaga ahli dalam bidangnya, apa yang akan terjadi?…

Kita lulus hanya dapat ijazah tapi tidak dapat ilmu.

  • Berapa banyak guru lulusan agama mengajar olah raga?…
  • Berapa banyak guru olah raga mengajar computer?…
  • Berapa banyak guru komputer yang mengajar sejarah?…

Yang jadi persoalannya adalah,,, apakah mereka menguasai bidang yang mereka ajarkan?….

Atau mereka hanya mengajar berdasarkan buku panduan saja?… Malam belajar dan paginya diajarkan kepada murid.

Jika gurunya saja tidak ahli dengan bidang pelajaran yang diajarnya, lantas bagaimana mungkin muridnya dapat menguasai bidang tersebut.

Jika guru pendidik mengajarkan yang bukan keahliannya maka yang terjadi adalah murid akan jenuh dan tidak mendapatkan pengetahuan yang semestinya.

Jika sudah seperti ini, lebih baik sekolah atau belajar autodidak?…

Lebih baik sekolah yang diajar oleh tenaga ahli dan dimbangin dengan autodidak.

4, Sekolah tidak penting karena sekolah tidak tegas

Jika lingkungan sekolah bagus, maka murid akan tumbuh dengan baik dan bagus sesuai dengan lingkungannya.

Yang jadi persoalannya adalah,,,, Berapa banyak sekolah yang menyekolahkan berandalan?…

Jika sudah ditetapkan peraturan, maka peraturan tersebut harus dipatuhi oleh semua orang, baik guru ataupun murid.

Jika seorang murid sudah melakukan kesalahan yang fatal, maka ia harus segera dikeluarkan sebelum mempengaruhi murid yang lain.

Tapi pada kenyataannya BERBEDA.

Sudah jelas-jelas ada murid yang sangat bandal tapi tetap saja dipertahankan dengan berbagai alasan yang padahal sebenarnya sekolah tersbut tidak mau kehilangan muridnya.

1 orang bandal mempengaruhi yang lain, dan lama-kelamaan maka timbul bibit kebandalan lain sehingga mengganggu kenyamanan murid yang ingin belajar tentram.

Berapa banyak kendaraan murid yang dikerjai oleh murid yang lain?…

Sehingga membuat murid yang sungguh-sungguh ingin belajar tidak nyaman dan tidak fokus.

Jika kita sudah ditindas oleh kakak kelas kita, apa yang akan terjadi,,, Apakah kita akan merasa nyaman bersekolah atau lebih baik berhenti sekolah dan belajar secara autodidak di rumah?…

Dan yang lebih parahnya lagi…

Seorang mahasiswa dinilai berkompeten dibidangnya jika ia mampu membuat sebuah skripsi. Bisa dibilang skripsi adalah syarat lulus kuliah.

Dan sekarang ini, sebagian besar skripsi yang dibuat oleh mahasiswa adalah hasil dari beli atau menggunakan jasa orang lain.

Apakah pihak kampus tidak tau akan hal ini?…

TAU… Tapi kenapa hingga sekarang masih banyak mahasiswa yang beli skripsi atau mengguanakan jasa pembuat skripsi.

Jawabannya sederhana, karena mereka tidak tegas terhadap mahasiswanya.

Seharusnya jika kedapatan mahasiswa membeli skripsi, pihak kampus harus berlaku tegas sesuai dengan peraturan yang berlaklu. Jangan dibiar-biarkan gitu saja seolah-olah tidak begitu perduli.

Baca Juga:

5, Sekolah tidak penting karena gaji guru kecil

Belum lama ini kita mendengar ada seorang guru yang digaji hanya Rp300.000 ketika ditanya pak Jokowi, di daerah saya itu sudah biasa.

Silahkan lihat videonya DISINI.

Gaji guru didaerah sini tidak lebih dari Rp1.000.000/bulan.

Yang jadi persoalannya adalah,,, jika kita baru lulus kuliah dan berpotensi pada bidang tertentu, apakah kita mau dibayar segitu?…

Jawabannya adalah TIDAK. Kenapa?… karena biaya hidup kita jauh lebih besar dari pada gaji yang ditawarkan jadi guru.

Jika gaji Rp1.000.000/sebulan, jangankan untuk biaya hidup, untuk biaya belajar saja masih kurang.

Biaya untuk membeli buku-buku untuk dibaca, karena seorang guru harus banyak membaca.

Biaya untuk membeli paket internet, karena seorang guru harus mengikuti perkembangan zaman. Dan biaya lainnya yang dibutuhkan bagi seorang guru.

Jika orang-orang yang memiliki keahlian khusus tidak mau jadi guru karena gajinya kecil. Kemana perginya mereka setelah lulus sarjana?…

Jawabannya adalah cari kerja kantoran yang gajinya besar agar mencukupi kebutuhan hidup mereka. Lantas bagaimana dengan guru kita sekarang ini?…

Jika guru kita diberi tawaran kerja di kantor dengan gaji Rp3-10 juta/bulan, apakah mereka akan tetap bertahan mengajar atau lebih memilih kerja kantor?…

Jika mereka lebih memilih kerja kantor, berarti mereka adalah orang-orang yang tersisih dari lulusan yang lain.

Setelah lulus mereka tidak diterima diperusahaan besar karena dinilai kurang berkompeten sehingga mereka terpaksa mengajar untuk mencari uang atau untuk menjaga nama baik sarjananya.

Tapi jika mereka tetap memilih mengajar maka berarti mereka adalah orang yang benar-benar ingin menjadi seorang guru. Bukan jadi guru untuk cari uang.

Tapi bagaimana jika gaji guru dinaikkan, apa yang akan terjadi?…

Maka lulusan-lulusan terbaik negeri kita akan rela menghabiskan waktunya untuk mengajar sehingga terciptalah persaingan untuk merebutkan posisi seorang guru.

Dan hanya guru yang berpotensilah yang akan mendapatkan posisi tersebut sehingga murid di ajar oleh guru yang professional dibidangnya masing-masing.

Sekolah itu penting jika gaji guru dinaikkan sehingga lulusan-lulusan terbaik mau mengjarkan ilmunya kepada kita diruang sekolah.

6, Sekolah tidak penting karena banyak teori tapi tidak praktek

Strategi sebelum berperang itu adalah bagus, dan memang seharusnya begitu.

Tapi jika membuat strategi saja namun tidak perang-perang. Logikanya,,, untuk apa buat strategi jika tidak akan perangan.

Sama halnya dengan sekolah,,, kita sekolah dan belajar agar kita mampu melakukan sesuatu. Tapi jika sekolah namun setelah lulus tidak mampu melakukan sesuatu. Maka untuk apa sekolah coba?…

Kita sekolah agama, tujuannya agar kita ngerti agama dan mengamalkan ilmu-ilmu agama.

Jika setelah lulus tapi kita tidak pandai berdoa ditengah orang banyak, tidak pandai khutbah, tidak pandai meluruskan permasalahan agama yang keliru. Jadi untuk apa sekolah agama?…

Seharusnya sekolah mampu menghasilkan lulusan yang berkompten dibidangnya masing-masing.

Lebih handal lulusan anak SMK dalam memperbaiki sepeda motor yang rusak?…

Atau lebih handal orang yang tidak sekolah tapi belajar autodidak dari bengkel keluarga secara langsung?…

Lebih handal orang yang sekolah dan belajar autodidak dari bengkel secara langsung.

7, Sekolah tidak penting karena sekolah tidak memberi contoh yang baik

Berapa banyak guru yang meroko didalam kelas?…

Berapa banyak guru yang berbicara kotor disekolah?…

Berapa banyak guru yang tidak ramah pada muridnya?… dan lain sebagainya.

GURU ADALAH CONTOH

Jika guru tidak ramah pada muridnya maka wajar dong murid tidak ramah pada orang dilingkungan sekitarnya.

Jika guru merokok didalam kelas, maka wajar saja murid meroko diam-diam.

Jika guru berbicara kotor dan terdengar oleh muridnya maka murid juga tidak akan ragu untuk berbicara kotor dengan temannya.

Jika sudah seperti ini, mana yang lebih baik, berhenti atau melanjutkan sekolah?…

TAPI…

Jika ada seorang guru yang berwibawa, guru tersebut tidak pernah terlihat merokok, guru tersebut ramah tamah, guru tersebut tidak pernah bicara kotor dan guru tersebut salalu tampil baik dimata muridnya maka muridpun akan tumbuh mencontoh guru tersebut.

Maka sekolah akan jauh lebih baik dari pada harus berdiam diri dirumah.

8, Sekolah tidak penting karena sekolah cuma cari ijazah

Ketika orang tua bilangin kita “Nak,,, yang rajin sekolah ya biar nanti jadi orang sukses”.

Dan “Sekolah ya nak, biar enak cari kerja” atau “Sekolah ya,,, biar dapet ijazah, kalo dapet ijazahkan enak cari kerja”.

Emangnya setelah lulus sekolah maka kita dijamin sukses?…

Emangnya kalau kita punya ijazah, lalu kita pasti diterima cari kerja gitu?…

Bulsyit men… kalau kita bersekolah dengan niat cari ijazah maka kita akan cendrung berpikir bagaimana caranya agar kita cepat lulus dan dapat ijazah.

Bukan gimana caranya agar kita menguasai bidang yang kita pelajari.

Jika sudah seperti ini maka yang terjadi adalah “Gak papalah gak pintar, asal naik kelas” itu yang sering diucapkan oleh ibu-ibu lingkungan sekitar saya.

Dan hasilnya terbukti, banyak orang yang lulus sekolah tapi tidak bisa apa-apa. Anak SMK lulus jadi satpam. Sarjana komputer kerja pabrik, kenapa ini bisa terjadi?…

Karena mereka sekolah tapi tidak ada niat untuk belajar.

Diluar sana banyak mahasiswa yang berbondong-bondong cari joky skripsi agar ia segera lulus kuliah dan dapat ijazah.

Yang lebih parahnya lagi, banyak perguruan tinggi yang mengijinkan pemutihan nilai di semester akhir.

Nilai yang seharusnya C pada semester 2 dapat diubah menjadi B pada semester 7 dengan syarat membayar uang pendaftaran ujian dan melakukan ujian kembali seperti ujian dahulu.

Ibarat soal SD dijawab anak SMP, ya uda pasti betul semua.

Kalau sudah nilai C ya C saja, kalau dirubah berarti itu bukan nilai murni. Emangnya kalai nilai kita rendah terus susah cari kerja?…

Makanya sekolah jangan untuk cari ijazah dan kerja,  tapi biar PINTAR.

9, Sekolah tidak penting karena bisa stress

Berapa banyak orang yang bunuh diri gara-gara UN?… bisa kita liat berita-berita di internet.

Mereka stress karena beban pikiran yang mereka terima, entahkan itu tekanan dari orang tua yang mengharuskan meraka segera lulus.

Entahkah karena tekanan dari yang lain, yang membuat mereka malu jika tidak lulus atau tekan yang lain sehingga bunuh diri lebih baik dari pada malu karena tidak lulus.

Buat apa sekolah kalau ujung-ujungnya stress dan MATI. Saya rasa lebih baik hidup meskipun tidak bersekolah.

Toh kita masih bisa belajar diluar sekolah. Benar atau tidak?…

Bisa BENAR tapi bisa juga TIDAK.

Disiplin itu memang bagus, tapi terlalu memaksakan seseorang sekolah hingga mendapatkan nilai tinggi itu tidak bagus.

Jika memang cuma segitu kemampuannya ya mau gimana lagi, toh kalau dipaksa anak tersebut jadi stress.

Akan lebih baik kita membiarkan anak tersebut belajar dengan tenang dan senang.

Jika dia suka olah raga, biarkanlah ia belajar olah raga. Dan jangan terlalu diambil pusing dengan nilai fisika yang anjlok.

Jangan gara-gara nilai fisikanya anjlok lantas kita memanggil guru les fisika, sementara si anak itu sendiri tidak menyukai pelajaran fisika.

Yang ada hanya akan membuat stress si anak tersebut.

Seharusnya kita mendukung apa yang anak sukai dan anak inginkan, bukan malah memaksa kehendak kita pada si anak hingga anak tersebut stress dan lebih memilih bunuh diri.

Kesimpulan

Sekolah itu penting jika kita bersekolah dengan benar dan lingkungan sekolahnya juga benar.

Kita harus belajar apa yang kita sukai agar kita dapat belajar dengan senang sehingga dapat menjadi ahli dibidang tertentu.

Dan jika kita sudah menguasai bidang tertentu, maka jadilah orang yang membagikan ilmu kepada orang lain.

Jangan pernah kita bersekolah dengan niat yang tidak benar, entahkan itu cari ijazah, cari perhatian orang tua atau agar mudah cari kerja.

Bersekolahlah dengan niat menuntut ilmu dan luluslah dengan kemampuan dibidang masing-masing.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here